Kasus Anak Terpapar Covid-19 di NTB Berkurang

Hj Putu Selly Andayani (Faesal/radarlombok.co.id)
Hj Putu Selly Andayani (Faesal/radarlombok.co.id)
Advertisement

MATARAM-Kasus anak terpapar Covid-19 sempat menjadi perhatian publik. Apalagi kasus positif terhadap anak di NTB menjadi urutan kedua nasional setelah Jawa Timur, berdasarkan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid 19.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB, Hj Putu Selly Andayani menyampaikan data terbaru jumlah total anak yang yang terkonfirmasi postif covid-19 di NTB hingga Selasa (16/6) mencapai 107 orang, tiga orang diantaranya meninggal dunia.”Tapi hingga saat ini yang masih di rumah sakit sekitar 30 orang anak sedang dirawat. Karena sudah banyak yang sembuh,”jelasnya.
Menurutnya, jumlah kasus anak yang terpapar Covid-19 hingga saat ini terus menurun, bahkan beberapa hari terakhir tidak ada tambahan kasus baru anak yang terkonfirmasi positif. “Sekarang menurun, mudah-mudahan tetap menurun tidak ada tambahan kasus baru. Karena ada tiga yang meninggal selain itu banyak yang sembuh,”sambungnya.
Pihaknya sangat berharap ada kesadaran dari para orang tua untuk lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan. Baik ketika membawa anak-anak keluar rumah supaya menggunakan masker dan rutin mencuci tangan. “Ya tentu ini perlu menjadi perhatian bagi orang tua agar semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar jumlah kasus tetap menurun,”tarangnya.
Disamping itu, kata Selly, dengan banyaknya tempat hiburan anak-anak yang mulai dibuka saat ini, tentu harus menjadi perhatian bagi orang tua agar bisa mengawasi anak-anak. Salah satu contoh beberapa hari lalu, ada tempat wahana bermain anak-anak di kawasan Ampenan Kota Mataram yang dipadati anak-anak bermain tanpa mengindahkan kerumuman dan protokol kesehatan. “Maka kami langsung menelpon pihak dari Kota Mataram agar ditutup. Alhamdulillah tidak lama kemudian wahana tempat bermain anak ditutup dan dibubarkan,”katanya.
Pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi dengan berbagai pihak agar diterapkan protokol kesehatan dengan penggunaan masker guna meminimalisir penyebaran virus Corona. “Kita tetap bergerak menggalakkan penggunaan masker dikalangan anak-anak. Dengan gerakan masker ini tidak hanya dari dinas saja, semua bergerak baik organisasi yang ada di kabupaten kota,”ungkapnya.
Pihaknya meminta Dinas Koprasi agar tetap produksi masker untuk anak. Masih banyak orang tua neket membawa anak keluar menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan masker. Karena itu,ia menekankan agar orang tua dan semua pihak lebih disiplin lagi. Jangan karena saat ini sudah mulai dilonggarkan aktivitas kemudian menyepelekan masalah protokol kesehatan. Karena penyebaran Covid-19 ini tidak boleh disepelekan. “Kita harus lebih disiplin lagi, jangan kemudian kita tambah sepelekan masalah penyebaran Covid-19, malah justru kita lebih tingkatkan kedisiplinan,”tutupnya. (sal)