Kapolres Mataram Aktif ke Masjid Menjadi Khatib dan Imam Salat Jumat

Kapolres Mataram
TURUN KE MASYARAKAT :Kapolres Mataram AKBP Muhammad saat berdialog masayarakat sesaat setelah dilaksanakanya ibadah salat Jumat di Masjid Pusaka Al-Hamidy Lingkungan Presak Timur, Jumat kemarin kemarin (12/5) (M.Haeruddin/Radar Lombok)

Sebagai orang yang baru memimpin di wilayah hukum Polres Mataram, AKBP Muhammad saat ini rutin menyambangi masyarakat. Setiap harinya ia  turun ke masyarakat.


M.Haeruddin-MATARAM


Sekitar pukul 12.00 Wita, Kapolres Mataram AKBP Muhammad, S.Ik, tiba di Masjid Pusaka Al-Hamidy yang berada di Lingkungan Presak Timur Pagutan Kota Mataram. Kedatanganya ke masjid tersebut dalam rangka Safari Jumatan yang rutin ia lakukan setiap pekan.

Kedatanganya   disambut  jamaah yang akan menunaikan ibadah salat Jumat. Nampak   Lurah Pagutan Annuri, Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan  Presak Timur H Iqbal Nuhidin, tuan guru dan tokoh agama serta  tokoh masyarakat.

AKBP Muhammad datang tidak hanya untuk menjalankan ibadah salat Jumat, bahkan ia diamanahkan menjadi khatib di masjid itu.

Di khutbah-nya, Kapolres tidak lupa menyisipkan pesan  bagaimana pentingnya rasa pesatuan dan kesatuan sebagai modal kesuksesan suatu bangsa. Tema itu disampaikan karena melihat dari peroblema kehidupan yang terjadi saat ini, baik yang dilihat secara nyata maupun lewat media elektronik bahwa rasa persatuan dan kesatuan sudah mulai tercabik-cabik. Padahal  persatuan dan kesatuan adalah senjata ampuh merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

“ Kenapa ini saya sampaikan, seperti yang kita tonton di media elektronik dan kita baca di media cetak,  rasa persatuan dan kesatuan sudah mulai tercabik-cabik. Padahal kita tahu persatuan dan kesatuan adalah senjata ampuh merebut kemerdekaan dari tangan penjajah sehingga kita bisa merasakan yang namanya kemerdekaan,”ungkapnya.

Disampaikannya, bahwa manusia diciptakan di dunia adalah sebagai khilafah atau pemimpin. Bahkan ia menyampaikan bahwa Allah SWT menyeru kepada kita bukan kepada umat Islam saja. Bukan kepada yang beriman saja melainkan kepada seluruh umat manusia yang menjadikan manusia sebagai bersuku-suku dan kemudian sebagai bangsa-bangsa di dunia.  “Di Indonesia terdapat beribu-ribu suku mulai dari Aceh sampai Papua untuk hidup berdampingan sebagai suku bangsa, sesuai dengan ideologi bangsa kita yaitu Pancasila. Marilah kita hidup berdampingan dan saling kenal mengenal, bantu membantu bukan saling bermusuhan. Ini sesuai dengan ideologi bangsa kita dalam Pancasila pada sila ketiga Persatuan Indonesia,”tambahnya.

Penjajahan yang dialami bangsa Indonesia selama berabad-abaa, dikarenakan tidak adanya persatuan dan kesatuan. Padahal sudah jelas ada dalam Alquran untuk tidak bercerai berai. “Jangan sampai kita cepat terprovokasi dengan isu-isu yang dapat merusak persatuan dan kesatuan. Jagalah toleransi umat beragama, karena kita hidup bedrampingan dengan agama lain. Janganlah kita kembali ke zaman jahiliah,”ungkapnya.

Di kesempatan itu juga ia menyampaikan pentingnya  mengamalkan apa yang menjadi perintah Allah SWT melalui rasulnya untuk berbuat baik antar sesama. Dia mengajak para jamaah selalu dekatkan diri kepada Allah SWT  dengan berzikir. “ Kita makmurkan masjid-masjid. Semoga Kota kita ini tetap aman,”ujarnya.

Selesai menjalankan salat Jumat, AKBP Muhammad tidak langsung meninggalkan tempat. Di kesempatan itu dilanjutkan dengan tatap muka dengan tuan guru, tokoh masyarakat dan jamaah. Kapolres pun  tidak segan mohon bimbingan kepada para tokoh agama.”Terima kasih atas semuanya dan mari kita sama- sama saling bahu membahu untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Mataram ini,”ujarnya.

Setelah itu Kapolres menyerahkan bantuan dan cendramata kepada pengurus Masjid Pusaka Al-Hamidy. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan   rutinitasnya sejak dia  baru dilantik menjadi Kapolres Mataram menggantikan kapolres yang lama. “Kegiatan ini merupakan silaturrahmi dengan masyarakat,karena dalam agama bahwa kita dianjurkan untuk silaturrahmi,” singkatnya.(*)