Empat Air Terjun di Desa Bentek Belum Dikelola Maksimal

Empat Air Terjun di Desa Bentek Belum Dikelola Maksimal
INDAH : Objek Wisata Tiu Saong yang sudah mulai banyak mengenal dan bisa menjadi objek panorama alam alternative di Kabupaten Lombok Utara. Pengembangan dan pengemasan air terjun ini perlu uluran tangan pemerintah daerah maupun provinsi sebagai bentuk dukungan. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

Bentangan hutan di Desa Bentek Kecamatan Gangga menjadi potensi yang sangat luar biasa bagi masyarakat pedesaan dalam meningkatkan perekonomian. Salah satu dari sekian potensi itu adalah adanya empat air terjun yang terletak dilokasi berbeda dengan keindahan alaminya. Namun, sayang empat sumber potensi alam itu belum bisa dikelola secara maksimal oleh pemerintah desa yang disebabkan tidak adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.


HERY MAHARDIKA _ TANJUNG  


EMPAT air terjun di Desa Bentek ini bisa menjadi objek pariwisata alternative bagi para wisatawan baik mancanegara maupun domestik dalam menghabiskan akhir pekan secara sendirian, bersama keluarga maupun bersama pasangan tercinta. Selain lebih dekat dari objek wisata terkenal Gili Matra, menuju Desa Bentek juga lebih dekat daripada Air Terjun Sendang Gila yang berada di Desa Senaru Kecamatan Bayan.   

Keempat air terjun tersebut ialah Tiu Saong yag dihimpit tiga dusun dengan jarak tempuh sekitar 8 kilometer atau 20 menit dari jalan kabupaten menuju lokasi, setiba di jalan desa kendaraan pengunjung akan melintasi jalan tanah sepanjang 2 kilometer atau 12 menit. Baru pengunjung akan tiba dilokasi parkiran dengan berjalan kaki sepanjang 500 meter. Setiba dilokasi pengunjung akan disambut dinginnya cuaca dan gemuruh air terjun dengan ketinggian sekitar 15 meter dan kedalaman 8 meter. Pengunjung dirasa akan puas menikmati dinginya air terjun ini luas areal 50 meter.

Air terjun yang satu ini sudah dibuka oleh pemerintah desa bersama masyarakat sejak tahun 1996. Hanya saja sekian tahun tidak pernah dipromosikan secara masif seperti objek wisata lainnya, meskipun begitu ada saja wisatawan mancanegara yang berkunjung sebentar, karena tidak adanya fasilitas pendukung yang bisa memberikan kenyaman. “Pemda kurang dukungan dan kendala kita selama ini pengelolaan serta akses jalan yang masih bertanah. Pengelolaan belum maksimal,” ujar Kades Bentek Warna Wijaya kepada koran ini.

Jika ingin menghabiskan waktu selama sehari, pengunjung bisa juga mengunjungi Tiu Tiding yang terletak lebih dekat dari jalan utama sekitar 7 kilometer, setiba dilokasi akan sudah ada tempat parkir dan baru bisa berjalan kaki sepanjang 1 kilometer atau 15 menit. Lokasi air terjun yang satu lebih menantang karena jarangkanya cukup dalam. Tetapi, setelah tiba dilokasi pengunjung akan melihat air terjun dengan ketinggian 40 meter dengan kedalaman 3 meter dan luas areal sekitar 10 meter persegi, hanya saja pada musim kemarau ini kondisi air terjun tidak terlalu besar. Alangkah baiknya berkunjung pada musim hujan sehingga bisa melihat luapan air terjun lebih besar. Dilokasi ini juga terdapat air terjun yang berdekatan yang belum diberikan nama dengan ketinggian 10 meter. “Lokasinya agak masuk ke dalam hutan dan bisa mandi dengan aman, karena sudah banyak yang berkunjung terutama pada akhir pekan,” terangnya.

Selanjutnya, para pengunjung juga bisa bergeser ke Tiu Bebiya berada di Desa Persiapan Selelos yang masih menjadi Desa Binaan Desa Bentek selaku induk. Menuju air terjun ini tidak jauh berbeda waktu yang bisa ditempuh, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 12 meter dengan kedalaman 8 meter. Pemerintah Desa Bentek berencana akan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan kedepannya kepada Desa Persiapan Selelos jika telah menjadi Desa Definitif. “Kami juga saat ini masih melakukan penelurusan adanya informasi air terjun Patih Bonong. Kami akan segera masuk ke dalam hutan. Ini merupakan sumber kekayaan alam Lombok Utara yang perlu kita jaga dan dilestarikan sebagai sumber pendapatan masyakarat,” harapnya.

Potensi pariwisata Desa Bentek tidak terbatas air terjun. Di desanya juga sudah ada lokasi paralayang di Bukit Buni yang diresmikan pemerintah daerah belum lama ini, dan sudah banyak yang melakukan aksi paralayang. Selain itu, pihaknya juga sudah mengembangkan spot sepeda gunung dan motor gunung yang menjelajah potensi wisata Desa Bentek. “Kalau dukungan Paralayang sudah ada dari pemerintah daerah. Tinggal sekarang bagaimana mengkemas semua objek wisata yang ada ini kepada masyarakat. Sekali masuk Bentek sudah bisa menikmati berbagai spot pariwisata,” pungkasnya. (*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid