Kapolres Ajak Warga Karang Taliwang Hidup Damai

SILATURAHMI: Kapolres Mataram AKBP Muhammad (enam dari kiri) bersama tokoh agama yang berada di Kelurahan Karang Taliwang kecamatan Cakranegara ketika berfoto bersama usai Salat Jumat kemarin (24/3) (M.Haeruddin/Radar Lombok)

MATARAM—Kapolres Mataram AKBP Muhammad menyambangi warga  Kelurahan Karang Taliwang Kecamatan Cakranegara.

Di tempat itu, selain berkomunikasi namun ia juga sebagai khotib sekaligus imam saat salat Jumat di Masjid Qubbatul Islam keluarahan setempat. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban  serta mempercayakan kepada aparat kepolisian jika ada masalah untuk diselesaikan. ”Keamanan dan kenyamanan merupakan tanggung jawab kita bersama dan betapa indahnya hidup ini jika dijalani dengan hidup aman dan damai,”ungkapnya dalam khutbah, Jumat kemarin (24/3).

[postingan number=3 tag=”mataram”]

Disampaikan juga  setiap manusia dilahirkan menjadi pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinya. Jadi, menciptakan persatuan dan kesatuan merupakan tanggung jawab dari semua elemen masyarakat.”Dalam Islam juga kita sudah diajarkan untuk menjaga perdamaian terlebih kita di Indonesia terlahir dari berbagai macam suku,”tambahnya.

Ia mengajak  masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang nantinya akan memecah belah persaudaraan  di Karang Taliwang. Ia meminta agar apapun masalah yang dihadapi supaya melaporkanya kepada aparat kepolisian.”Ada binmas dan polsek yang bisa tempat bapak- bapak melapor dan saya peribadi siap 24 jam menerima laporan,”tambahnya.

Selesai salat Jumat sempat terjadi sedikit insiden ketika salah seorang warga yang menggunakan sorban bertanya dan meminta klarifikasi kepada Kapolres terkait pemberitaan di salah satu media soal larangan memakai peci dalam berkendara.”Ini jangan hanya yang menggunakan peci dong. Ini diskriminasi namanya dan kami minta diklarifikasi,”cetus warga tersebut.

Pertanyaan tersebut ditanggapi langsung oleh Kapolres bahwa larangan ketika berkendara tersebut, tidak hanya berlaku untuk yang memakai kopiah.Akan tetapi larangan tersebut berlaku juga untuk yang menggunakan pakaian adat dan lain sebagainya.”Larangan itu tidak hanya untuk kopiah tapi apapun bentuknya karena kita harus memakai helm,”ujar kapolres menanggapinya.

Usai menghadiri acara tersebut AKBP Muhammad menyampaikan  kegiatan itu sebagai salah satu cara untuk menjalin silaturrahmi. Terlebih saat ini ia masih baru bertugas di Mataram sehingga perlu menjalin komunikasi dengan  tokoh masyarakat.”Untuk menjalin silaturrahmi dengan masyarakat dan tokoh agama yang berada di tempat ini,”ujarnya. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid