Kapolda Pastikan Surat Suara Aman

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Ikbal (Dery Harjan/Radar Lombok)

MATARAM – Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal, memastikan surat suara pilkada 2020 tetap aman.

Saat ini, seluruh surat suara berada di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Pihaknya pun melakukan penjagaan selama 1×24 jam.
“Hari ini mayoritas melakukan penghitungan suara di PPK. Sejak kotak suara ada di PPK saya perintahkan dijaga ketat. Siapapun yang ada di radius PPK itu harus diidentifikasi. Jangan sampai orang yang tidak berkepentingan berada di situ. Karena tanggungjawab polisi dibackup TNI menjaga betul suara rakyat,” tegasnya.

Kepada petugas PPK, Ikbal berharap dapat menjalankan tugas dengan lebih cepat, transparan dan akurat. Dengan begitu surat suara dapat segera diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kita ingin strategi pengamanan bisa fokus. Kalau banyak PPK seperti di Sumbawa, kalau gak salah ada 26 PPK kan tersebar anggota. Kalau misalnya kerja cepat, akurat dan saling sinergi penyelengara pilkada dengan aparat keamanan itu lebih efektif lagi. Kita hanya menjaga satu (tempat),”ungkapnya.

Terkait situasi dan kondisi pasca pemungutan suara, Ikbal menilai sampai saat ini masih terpantau Kondusif. Namun pihaknya tetap mengedepankan prinsip “overestimate”.
Dengan demikian, pihaknya bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk. 
“Kami tidak mau ‘underestimate’ melainkan kami terus melaksanakan pengamanan dengan prinsip ‘overestimate,” ujarnya.

Terhadap situasi yang kondusif ini, Ikbal mangapresiasi kedewasaan masyarakat NTB. Begitu juga dengan para pasanhan calon (paslon) yang menyadari bahwa keselamatan masyarakat adalah hal yang utama. Untuk itu sejauh ini tidak ada pengerahan massa baik dari paslon yang menang ataupun yang kalah. Kalau pun ada itu sifatnya skala kecil dan sudah dibubarkan.
Hingga penetapan pemenang pilkada nanti pihaknya mengingatkan agar jangan sampai ada pengerahan massa. Jika ada maka pihaknya tidak segan-segan untuk memproses hukum orangnya. “Sudah banyak contoh. Jakarta sudah ada pelaku, Tegal juga sudah ada pelaku. Jangan sampai karena ingin menang kemudian menjaditerpidana,” ujarnya mengingatkan. (der)