Kampus Disegel, Aktivitas Mahasiswa STIE AMM Tetap Normal

TETAP BELAJAR : Aktivitas perkuliahan mahasiswa STIE AMM Mataram tetap berjalan seperti biasanya, meski kampus mereka di segel Pemkab Lombok Barat. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Aktivitas perkulihan mahasiswa STIE-AMM Mataram tetap berjalan seperti biasanya, meski kampus mereka disegel Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, karena polemik terkait aset daerah dan masalah pembayaran sewa yang tidak ada titik temu.

“Alhamdulillah, kalau untuk perkuliahan tetap jalan. Karena yang disegel pintu sebelah timur. Kita minta agar jangan disegel semuanya,” kata Pembantu Ketua II Bidang Sarana dan Prasarana, Keuangan dan Kepegawaian STIE-AMM Mataram, Nizar Hamdi kepada Radar Lombok kemarin.

Menurutnya, perguruan tinggi ini masih aktif dan mahasiswa masih banyak serta perkuliahan tetap berjalan seperti biasanya, meski kampsu disegel. Walaupun memang aktivitas perkuliahan masih dilakukan secara online, namun jika seminar proposal dan sripsi mahasiswa tetap di kampus dan berjalan seperti biasanya.

Oleh karena itu, setelah selesai proses hukum baru diselesaikan semuanya dengan melihat kemampuan manajemen STIE AMM Mataram. Hal ini, berdasarkan PTUN jika harus menyewa ya harus disewa lahan seluas 17 are.

“Yang kami pahami kita menempati sejak 1986. Hampir 34 tahun selama itu tidak pernah dipermasalahkan tiba-tiba dengan Bupati baru ini mempermasalahkan. Alasan dibalik itu, kalau alasan PAD iya sama-sama kondisinya memprihatinkan. Janganlah dikejar-kejar, sebab kita ini lembaga pendidikan untuk mencerdaskan masyarakat,’’ jelasnya.

Dikatakannya, pihak manajemen STIE-AMM Mataram juga keberatan saat ini untuk membayar sewa, bukan tidak mau membayar sewa. Akan tetapi masih keberatan diminta untuk membayar sewa mundur 10 tahun. Apalagi STIE AMM dituding adalah lembaga bisnis, sehingga ditetapkan untuk membayar.

“Kita belum ketemu kesepakatan dengan Pemkab Lobar walaupun juga pernah diminta berapa kemampuan untuk membayar sewa. Tapi ini sudah masuk ranah hukum terkait dengan pencabutan SK pertama. Sebaiknya kita tunggu itu supaya sama-sama enak,’’ jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta kepada pihak Pemkab Lobar bersabar, bahkan ia mengaku bukan tidak mau membayar sewa, hanya saja mau meluruskan dulu agar prosedur hukumnya benar, sehingga sama-sama nyaman agar tidak ada permasalahan dikemudian hari.

Terpisah, mahasiwa STIE AMM Mataram Roy Akbar berharap konflik antara manajmen STIE AMM dan Pemkab Lobar bisa cepat selesai dan mendapatkan titik temu tidak saling merugikan.

“Kami berharap dari pihak Pemkab Lobar melihat mahasiswa STIE AMM dampak kedepan jika ini disegel dan lain sebagainya,’’ tandasnya. (adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaKepala Kejaksaan Tinggi NTB Dimutasi
Berita berikutnyaLobar Raih Kabupaten Paling Informatif