Kalpa Saga Ekstrakurikulier Paling Diminati

????????????????????????????????????

MATARAM – Kelompok Pecinta Alam SMAN 3 Mataram (Kalpa Saga) terlahir kembali.

Setelah bertranspormasi dari Kalpa Smanda menjadi Kalpa Saga, salah satu organisasi intra sekolah SMAN 3 Mataram ini menjadi ekstrakurikuler yang paling diminati. Buktinya, peserta pra Pendidikan Dasar Pecinta Alam Kalpa Saga 2016 ini mencapai 130 siswa. Sementara organisasi ekstrakurikuler lain rata-rata kebagian peserta sekitar 30 orang. ‘’Kami senang, bangga, sekaligus terkejut dengan tingginya minat siswa untuk bergabung dalam  keluarga besar Kalpa Saga,’’ kata Dias Haikal Maulana, Ketua Kalpa Saga (2015-2016), usai penyampaian materi history (sejarah) Kalpa di SMAN 3 Mataram kemarin.

Sejarah mencatat, Kalpa Saga merupakan satu-satunya organisasi pecinta alam di NTB yang paling dinamis. Dulunya, organisasi pecinta SMAN 2 Mataram ini bernama Smanda Pala yang kemudian berubah menjadi Kalpa Smanda. 

Di era 90-an, SMAN 2 Mataram berubah menjadi SMAN 3 Mataram. Seiring perubahan nama SMAN 2 Mataram menjadi SMAN  3 Mataram, Kalpa Smanda pun bertranspormasi dan terlahir kembali dengan nama Kalpa Saga (Kelompok Pecinta Alam SMAN 3 Mataram).

Dinamika perubahan Kalpa Smanda menjadi Kalpa Saga ini sempat menjadi pembicaraan hangat di internal Kalpa itu sendiri. ‘’Memang, perubahan nama Kalpa Smanda menjadi Kalpa Saga sempat menimbulkan perdebatan serius di kalangan alumni Kalpa. Syukurnya, dinamika dan perubahan nama itu berdampak positif dan memberikan energi baru bagi perkembangan Kalpa Saga,’’ ujar Dedi Aryo, salah seorang alumni saat menyampaikan materi history Kalpa di hadapan ratusan pengurus maupun calon anggota Kalpa Saga.

BACA JUGA :  Diminati Wisatawan, Produk Tembus Pasar Luar Negeri

Salah satu buktinya tegas Aryo, dari tahun ke tahun peminat ekskul ini paling banyak diminati siswa SMAN 3 Mataram. Intinya ujar Aryo, perubahan nama Kalpa Smanda menjadi Kalpa Saga memberikan semangat baru bagi pengurus, calon anggota, maupun dewan alumni Kalpa Saga.

Ratusan calon peserta dan pengurus Kalpa Saga juga mendapat materi tambahan dari Apink Alkaff, alumni Kalpa Saga yang lain. Hanya saja, Apink yang juga penulis di media online ini lebih banyak membahas sejarah kepecintalaman di NTB secara umum. Mulai dari sejarah dan dinamika pecinta alam di tingkat SMA sampai perkembangan dunia kepecintalaman di tingkat perguruan tinggi.

Selain materi sejarah kepecintaalaman, Apink lebih banyak membahas perkembangan dunia teknologi dalam kaitannya dengan jurnalistik lingkungan. Maklum kata Apink, siswa pecinta alam sebagai pelaku maupun netizen harus mampu merespon dan memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Tingginya, minat siswa untuk bergabung dalam keluarga besar Kalpa Saga ini ujar Apink, tidak lepas dari perkembangan dunia informatika itu sendiri. ‘’Sekarang zaman digital dan serba cyber. Jika kita mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dengan cara bijak dan elegan, Kalpa Saga akan menjadi organisasi besar. Bahkan, akan lebih besar dari pendahulunya, Kalpa Smanda,’’ tandasnya. (cr-rie)