Jalan Bypass IPDN-Batujai Ditanami Pisang

Jalan Bypass IPDN-Batujai Ditanami Pisang
PROTES: Warga Dusun Petak Desa Batujai Kecamatan Praya Barat menanam pohon sebagai bentuk protes belum dilanjutkannya pembungan jalan bypass IPDN-Batujai. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Warga Dusun Petak Desa Batujai Kecamatan Praya Barat, muak dengan parahnya kondisi jalan bypass IPDN-Batujai.

Warga lantas menumpahkan kemarahan dengan menanam pohon pisang di kubangan jalan provinsi itu. Mereka tak habis dengan rencana pembangunan jalan itu. Karena sejak tahun 2015 silam, tanah untuk pembangunan jalan itu sudah dibebaskan.

Pembangunan pun sudah dimulai sekitar 1 kilometer dari depan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) NTB di perempatan Mandalika Kelurahan Leneng. Namun, hanya sebatas itu saja tanpa ada kelanjutan. Sementara warga yang berada di jalur jalan itu, hanya bisa menganga mengharapkan kelanjutan pembangunan jalan itu.

Tetapi, hingga dua tahun berlalu jalan itu tak kunjung dilanjutkan. Akibatnya, terjadi kubangan di sejumlah titik jalan dan berlumpur. Akses itu tak pelak menghambat aktivitas warga yang berada di jalur itu. “Kalau musim hujan jalan ini berlumpur dan sangat dalam. Sehingga tak bisa dilewati pengendara,’’ tutur Kadus Petak, Kasim saat ditemui di lokasi, Senin kemarin (29/1).

Karenanya, kata Kasim, warganya sepakat menanami jalan itu pohon pisang sebagai bentuk protes. Maksudnya, agar pemerintah bisa membuka mata dan telinga untuk lebih memperhatikan kondisi jalan itu. Karena selama ini, warga setempat sudah kerap mengusulkan agar jalan itu diperbaiki. Tetapi, pemerintah baik kabupaten maupun provinsi belum merespons permintaan warga. ‘’Bentuk protes kami ini bukan pembangkangan kepada pemerintah, tapi agar pemerintah tahu apa yang menjadi keluhan kami selama ini,’’ tandasnya.

Ditambahkan warga lainnya, Amaq Ema, jalan itu merupakan satu-satunya akses transportasi warga setempat. Dengan kondisi jalan saat ini membuat masyarakat menjadi terhambat untuk melaksanakan aktivitasnya setiap hari. “Kita tidak tahu ini jalan apa, tapi yang jelas informasi yang kita terima jika ini jalan akan dikerjakan oleh provinsi. Tapi pada kenyataanya tidak pernah dikerjakan, malah hanya sampai kampus IPDN saja jalanya bagus ternyata tidak semuanya dikerjakan,” sesalnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki jalan itu. Agar nantinya warga di kampung itu tidak merasa dianaktirikan di tengah megahnya pembangunan infrastruktur yang selalu digaungkan pemerintah. “Katanya membangun infrastruktur jalan. Tapi lihat saja jalan kami sangat tidak layak untuk dilewati dan bahkan lebih baik kita tanami padi maupun tumbuhan lainya pasti bisa hidup melihat kondisi yang sangat tidak layak ini,” tunjuknya.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Tengah Suhardi yang dikonfirmasi menyatakan, pihaknya tidak tahu pasti kenapa hingga sekarang pengerjaan jalan belum dilanjutkan Pemprov NTB. Padahal, pembebasan lahan sudah tidak ada masalah. Mengingat jalan itu menjadi tanggung jawab pemprov. Pemda hanya hanya bertanggung jawab untuk pembebasan lahan saja. ‘’Kita akan segera berkoordinasi dengan pemprov. Karena anggaran jalan itu ada di provinsi,’’ katanya.

Ditambahkan Suhardi, jalan itu dibangun untuk jalur cepat bagi Mataram-BIL. Jalan itu juga merupakan akses utama warga, sehingga masuk program prioritas. Sebab, produksi ekonomi kampung terhambat karena poros jalan yang tidak memadai. ‘’Dengan adanya peningkatan ruas jalan ini, diharapkan mampu mendukung perekonomian masyarakat,’’ tambahnya. (cr-met)