Hujan Lebat, Badan Jalan di Senggigi Ambrol

LONGSOR: Kondisi badan jalan di Dusun Senggigi Desa Senggigi yang ambrol setelah hujan deras. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Lombok Barat, Selasa (11/01) sore hingga nalam hari menyebabkan sungai meluap dan terjadi longsor di beberapa titik. Air sungai mulai meluap menjelang malam hari.

Titik longsor berada di kawasan perkampungan Desa Senggigi Kecamatan Batulayar.  Longsor ini membuat warga panik karena khawatir peristiwa longsor akhir tahun lalu kembali terjadi.

Sekitar pukul 22.00 Wita, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bergerak cepat menuju lokasi bencana. Ia datang malam hari agar segera dapat diambil keputusan cepat terkait dengan situasi dan kondisi yang ada di lokasi. Fauzan juga datang untuk menguatkan mental warga yang kena musibah.” Keselamatan warga adalah yang utama karenanya kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan warga baik-baik saja,” ungkapnya.

Ia mengaku bergerak cepat untuk mengantisipasi kejadian banjir dan longsor seperti yang terjadi di akhir tahun lalu. Dengan gerak cepat dan langsung turun ke lokasi setidaknya keputusan penting dan cepat dapat diambil sehingga meminimalisir terjadinya dampak bencana. Ia mengatakan bahwa kondisi banjir dan longsor yang terjadi tidak separah banjir dan longsor akhir tahun 2021 karena air sungai bisa cepat surut.” Kita berharap agar masyarakat dapat lebih waspada dan mengantisipasi terjadinya bencana,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Pol PP Temukan Beberapa Sekolah di Lobar Tetap Gelar PTM

Hal ini karena berdasarkan prakiraan BMKG curah hujan yang tinggi akan terjadi hingga awal tahun ini. Karenya ia meminta semua waspada terhadap dampak curah hujan hang intensitasnya cukup tinggi.

Camat Batulayar, Afgan Kusumanegara, mengatakan tingginya intensitas hujan pada Selasa menyebabkan sungai di Desa Senggigi nyaris meluap dan airnya deras. Hal ini menyebabkan warga panik. Ia meminta agar warga untuk tetap waspada karena curah hujan yang tinggi akan terjadi hingga bulan Februari mendatang.” Kita mminta warga yang memiliki rumah di bawah bukit atau gunung untuk mengungsi sementara waktu. Hal ini untuk mengantisipasi bencana longsor akibat tingginya curah hujan. Kami minta semua warga untuk waspada dengan kondisi cuaca saat ini,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Ahli Waris Tanah Gili Sudak Keberatan Jadi Tersangka

Kepala Desa Senggigi. Mastur, menambahkan, pasca longsor, kondisi longsor di Dusun Senggigi cukup parah sehingga pemerintah desa tidak bisa melakukan penanganan menggunakan dana desa.” Kondisi cukup parah. Perlu atensi dari Pemda untuk penanganannya,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya meminta Pemkab Lombok Barat agar memberikan perhatian terhadap titik yang longsor. “Kemarin bupati sudah datang langsung meninjau, mudahan ada bantuan langsung ditangani oleh BPBD Lombok Barat,” ungkapnya.(ami)