Hilang di Selat Lombok, Empat Nelayan Belum Ditemukan

EVAKUASI: Para nelayan yang berhasil di evakuasi oleh tim Basarnas Mataram saat berada di Lembar. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Tujuh orang nelayan dari 11 orang sudah berhasil dievakuasi dan dijemput oleh pihak Basarnas Mataram.7 korban yang selamat yang berhasil dievakuasi yaitu. Zainudin, Irham Wara Waransyah, Irawan, Wagito, Sualeman, Tony Wijaya dan Rianto.

Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH, menjelaskan untuk kelanjutan penanganan pertolongan kepada para pemenang nelayan, pagi rabu, tim sudah berhasil mengevakusi dari Kapal MV  Cape Kallia ke kapal KN Chundamani dan langsung di bawa ke pelabuhan Lembar. “Tadi pagi tim sudah berhasil mengevakusi dari MV Cape Kallia ke KN Chundamani dan langsung di bawa ke pelabuhan Lembar,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin (18/11).

Sementara itu, empat orang masih dalam pencarian, yaitu Rudi Kurniawan, Badu Rahman Harahab, Alfonso Mali, Agus Nopyan. Empat orang ini berasal dari Ambon, Jogjakarta, Malang dan Padang. Kronologis kapal yang mereka gunakan untuk mencari ikan KM Kerinci Indah 02 GT 26 dengan panjang 15 meter. Kapal ini bertolak dari pelabuhan Benoa Bali untuk mencari ikan di perairan Selatan Lombok.

Pristiwa kecelakaan kapal KM Kerinci Indah terjadi di perairan selatan Pulau Lombok, pada koordinat 9°27’54.92”S – 115°49’25.11”E. Pihaknya menerima laporan kecelakaan kapal bermuatan 11 orang nelayan tersebut dari petugas VTS Benoa Bali sekitar pukul 06.47 Wita. Dari 11 orang nelayan yang mengalami kecelakaan, sebanyak tujuh orang sudah  berhasil diselamatkan oleh Kapal Cape Kallia 05.40 Wita pada Selasa (17/11). Namun pada saat melakukan evakuasi, Kapal Cape Kallia termonitor oleh VTS Benoa dalam keadaan mati mesin pada koordinat 9°25’46.20”S 115°50’18.90”E pada pukul 08.26 Wita. Petugas VTS Benoa kemudian meneruskan informasi adanya kecelakaan kapal nelayan tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, agar segera mengirimkan bantuan. Setelah mendapatkan laporan, kata Nanang, Basarnas Mataram mengerahkan personil tim rescue dan ABK Rescue Boat 220 Mataram.

Mereka bergabung dengan ABK KN Cundamani dan berangkat dari Pelabuhan Gili Mas Lembar menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian empat orang nelayan yang masih hilang. “Kami menggunakan KN Cundamani milik KPLP yang berukuran relatif lebih besar karena gelombang di perairan laut selatan relatif tinggi dan sulit dijangkau jika menggunakan kapal berukuran kecil,” katanya. (ami)