Hikmah Ramadan Bagi Para Pedagang Kelapa Muda

Hikmah Ramadan Bagi Para Pedagang Kelapa Muda
PEDAGANG KELAPA: Ali, salah seorang pedagang kelapa muda di Lotim ketika sedang melayani pembelinya. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

Bulan suci Ramadan selalu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang kelapa muda di semua daerah, tak terkecuali di Lotim. Bahkan dalam sehari para pedagang kelapa ini mampu menjual ratusan butir kelapa muda, sehingga keuntungan yang diraup juga mencapai ratusan ribu rupiah per hari.


JANWARI IRWAN – LOTIM


MOMEN bulan suci Ramadan, memang selalu dimanfaatkan oleh warga untuk mencari rejeki, dengan cara berjualan kelapa muda, dan aneka jajanan lainnya untuk menu berbuka puasa, atau takjil. Para pedagang musiman ini biasanya mangkal di pinggir-pinggir jalan, sehingga mudah terlihat oleh para pembeli yang kebetulan juga sedang ngabuburit, atau jalan-jalan sore menunggu tiba berbuka puasa.

[postingan number=5 tag=”ramadan”]

Khusus pedagang kelapa muda, selain harganya yang sangat terjangkau. Air kelapa muda juga sangat praktis dan menyegarkan untuk disajikan sebagai menu berbuka puasa. Sehingga tak heran kalau buah yang satu ini menjadi primadona siapapun yang sedang berpuasa.

Ali, salah seorang pedagang kelapa muda mengatakan, setiap tahun dia selalu menjajakan kelapa muda di pinggir jalan, dengan harga Rp 5 ribu – Rp 7 ribu per butir kelapa muda. ”Rata-rata dalam sehari saya berhasil menjual kelapa muda antara 100 hingga 150 butir. Sehingga lumayan pula hasil penjualannya, hingga ratusan ribu rupiah per hari,” ujarnya sereya tersenyum kepada Radar Lombok, Kamis (1/6).

Dikatakan, selain menjual kelapa muda di pinggiran jalan, Ali juga melayani antar pesanan kepada konsumen. “Kelapa ini kami peroleh dari beli juga di masyarakat, khususnya di Desa Pijot, yang merupakan desa penghasil kelapa di Kecamatan Keruak, Lotim,” jelasnya.

Sementara pedagang kelapa muda lainnya, Rusli mengatakan, bahwa baginya bulan Ramadan memang membawa berkah yang cukup besar. “Saya sendiri selalu menjual kelapa muda setiap Ramadan, karena banyak masyarakat yang membeli. Itu saya lakukan sejak tiga tahun lalu, dan sekarang banyak kawan-kawan yang ikut menjual kelapa muda di sekitaran jalan ini,” terangnya.

Setiap hari sambungnya, dia bisa menjual 30 hingga 50 butir kelapa muda. Begitu juga dengan kawan-kawan lainnya. “Kelapa muda yang kami jual ini kami ambil dari kebun kami sendiri, sehingga kami merasa momen bulan suci ini sangat berkah bagi kami,” tambah warga Kedome ini.

Apa yang disampaikan para pedagang kelapa muda tersebut, bulan Ramadan telah memberikan keuntungan dan berkah bagi mereka. Bagaimana tidak, kalau hari biasa mereka hanya bisa menjual kelapa muda Rp 4 ribu – Rp 5 ribu per butir, maka di bulan Ramadan mereka bisa menjual hingga Rp 8 ribu per butir.

“Bayangkan saja jika setiap hari kami bisa menjual 30 biji kelapa muda, maka pendapatan kami selama bulan Ramadan pasti cukup besar,” pungkas Rusli. (*)

BACA JUGA :  Saat Komunitas Phonegraphy Lombok Galang Dana untuk Korban Banjir