Hasanain Alternatif Bagi NW Pasca TGB

Agus MSi (Yan/ Radar Lombok)

MATARAM—Keputusan TGH Hasanain Djuwaini bakal maju bertarung dalam pilkada NTB 2018 menjadi figur alternatif bagi NW Pancor. Sosok ini bisa menjadi figur alternatif pengganti  untuk melanjutkan kepemimpinan NTB Dr. TGH Zainul Majdi (TGB)

" TGH Hasanain bisa menjadi figur alternatif bagi NW," kata pengamat politik NTB, Agus MSi, kepada Radar Lombok, Jumat kemarin (20/10).

Dikatakan, TGH Hasanain adalah kader inti NW Pancor. Atas dasar itu, sosok ini sangat berpeluang atau berpotensi didukung Dr. TGH Zainul Majdi selaku ketua PB NW Pancor melanjutkan kepemimpinan di NTB.

Di lain sisi, TGH Hasanain saat ini memegang posisi Sekretaris Jenderal PB NW Pancor. Ia menilai, TGB sudah pasti mengetahui kapasitas, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, modal sosial, modal politik, dan keunggulan lainnya yang dimiliki pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haramain, NW Narmada, Lombok Barat itu.

Karena itu, bebernya, sangat besar kemungkinan TGH Hasanain menjadi figur alternatif akan didukung TGB dengan gerbong NW Pancor dalam perebutan kursi NTB 1 dan NTB 2. "Sangat mungkin TGB dan NW Pancor akan mendukung TGH Hasanain. Itu karena TGH Hasanain adalah kader inti NW Pancor," tandas mantan komisioner KPU NTB tersebut.

Selain itu, TGH Hasanain memiliki kapasitas akademis dan kemampuan organisasi yang baik. Kiprah dan sepak terjang TGH Hasanain pun sudah diakui di tingkat internasional. Misalnya, di bidang pendidikan dan lingkungan hidup.

Terbukti dengan berbagai penghargaan diterima TGH Hasanain. Baik penghargaan dari dalam negeri maupun dari luar negeri. "Saya kira itu menjadi modal sangat berharga bagi TGH Hasanain dalam melanjutkan kepemimpinan TGB kedepan," imbuhnya.

Namun persoalannya, TGH Hasanain tidak memiliki partai politik sebagai maju dalam pilkada NTB. Dan jika maju lewat Partai Demokrat yang dikomandani TGB, praktis akan menggeser kader-kader Partai Demokrat yang lain.

Apalagi mengingat, Partai Demokrat memiliki banyak kader senior. Apabila Hasanain menyisihkan kader-kader senior bisa menimbulkan konflik baru dan perpecahan di internal partai.

Ia menilai, itu akan memunculkan kecemburuan dari kader senior di Partai Demokrat yang sudah berkeringat dan berjuang keras membesarkan partai berlambang bintang mersi tersebut di NTB. Namun kenyataannya, mereka harus tersisih dari orang baru dan tidak memberikan kontribusi bagi kebesaran Partai Demokrat di NTB.

"Ini bakal rentan menyulut ada konflik atau perselisihan di internal Demokrat," paparnya.

Adapun jika TGH  Hasanain menggunakan jalur independen relatif sangat berat. Itu karena persyaratannya cukup rumit. Bakal lebih mudah bagi TGH Hasanain maju bertarung di pilkada NTB melalui jalur partai politik ketimbang jalur independen.

Sementara itu, Ketua Dewan Lajnah PW NW Pancor, TGH Mahalli Fikri mengatakan, kader NW Pancor mau mencalonkan diri di pilkada NTB dan pilkada kabupaten kota memiliki peluang dan kesempatan sama untuk didukung. Kendati begitu, NW Pancor memiliki prosedur tetap (Protap) dalam memutuskan dan menentukan arah dukungan di pilkada.

Misalnya, terlebih dahulu digelar musyarawah internal. Dari hasil musyarawah tersebut akan ditetapkan kriteria calon yang akan didukung NW. Baik dari  kader maupun non kader NW.

Pihaknya pun sangat mempercayai ilmu kepemiluan. Karena itu, pihaknya dengan menggandeng lembaga survei nasional kredibel dan terpercaya akan melakukan survei. Tujuannya untuk  mengetahui tingkat popularitas dan elaktabilitas dari figure-figir yang akan bertarung. (yan)