Hasanain Bergerilya Kumpulkan KTP

TGH Hasanain Djunaini

MATARAM—Bakal kandidat yang akan bertarung di pilkada NTB tidak hanya melakukan komunikasi dan penjajakan bersama partai politik.  Namun bagi kandidat yang memilih maju melalui jalur independen sudah mulai mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

TGH Hasanain Djunaini yang disebut-sebut siap maju lewat jalur independen misalnya. Sosok ini sudah mendeklarasikan diri maju  dan siap bertarung. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haramain ini mengaku dengan keputusan maju melalui jalur independen, masyarakat mendukung dirinya secara spontan sudah bergerak mengumpulkan KTP sebagai persyaratan maju bertarung di pilkada NTB.

"Tapi itu murni inisiatif masyarakat mendukung saya," ucapnya, Selasa kemarin (18/10).

Kendati, dirinya berniat maju di pilkada NTB melalui jalur independen. Namun ia belum pernah menginstruksikan maupun mengorganisir masyarakat mendukung atau mengumpulkan KTP. Pengumpulan KTP sedang dilakukan pendukungnya, murni atas inisiatif mereka terhadap keputusan dirinya mau berlaga di pilkada NTB melalui jalur independen.

Lantaran itu, ia mengaku sangat menghargai dan menghormati gerakan mengumpulkan KTP  yang dilakoni masyarakat. "Itu ekspresi politik warga tidak bisa saya larang," terangnya.

Ia mengaku, sudah membulatkan tekad maju berkompetisi di pilkada NTB 2018 melalui jalur independen. Dengan keputusan dirinya maju bertarung melalui jalur independen, ia sudah menerima aspirasi dan dukungan terhadap keputusan tersebut.

Dengan keputusan dirinya maju di pilkada NTB, ia berkeinginan untuk memberikan kontribusi lebih besar lagi bagi pembangunan di NTB. Ia ingin memberikan kemanfaatkan bagi masyarakat dan daerah, serta melanjutkan estafet kepemimpinan yang sudah ditorehkan Dr. TGH Zainul Majdi dalam masa 10 tahun kepemimpinan.

Karena itu, ia akan berikhtiar sekuat tenaga dalam pertarungan suksesi pilkada NTB 2018. "Semua diikhtiarkan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di NTB," imbuhnya.

Ia berkeyakinan, tidak akan menemui kendala maupun hambatan, serta mampu memenuhi persyaratan dukungan maju melalui jalur independen.  Ia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat pendukungnya yang sudah berinisiatif mengumpulkan KTP bagi pencalonan dirinya.

Sementara itu, Ketua KPU NTB, Lalu Aksor Anshori mengatakan, kandidat calon yang ingin maju dalam pilkada NTB 2018 melalui jalur independen, harus didukung minimal 300 ribu suara yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Itu mengacu kepada Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pilkada NTB 2013 lalu persyaratan dukungan KTP bagi calon independen berkisar 300 ribu dengan persyaratan dukungan 8,5 persen dari DPT. Dengan dukungan tersebar minimal di 6  kabupaten/kota dari  10 kabupaten  yang ada di Provinsi NTB. Atau lebih dari 50 persen dari kabupaten kota ada di provinsi tersebut.

Persyaratan bagi bakal calon independen, ungkapnya, sudah diatur dalam Undang – Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota. Dukungan itu harus dibuat dalam bentuk surat dukungan yang disertai dengan KTP Elektronik atau surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kependududukan dan Catatan Sipil yang menerangkan bahwa penduduk tersebut berdomisili di wilayah administratif yang sedang menyelenggarakan pemilihan paling singkat 1 tahun dan tercantum dalam DPT pemilu sebelumnya di provinsi. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid