Habisi Nyawa Istrinya, Suriatman Minta Maaf

PELAKU : Inilah pelaku yang tega menghabisi nyawa isterinya setelah terlibat pertengkaran, Senin (29/1). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Suriatman hanya bisa menuduk sambil mengungkap rasa sesal di dadanya setelah meringkuk di dalam penjara. Lekaki 40 tahun asal Dusun Sarang Angin Desa Kawo Kecamatan Pujut itu kini menjadi tersangka setelah menghabisi nyawa istrinya.

Ikhwal pembunuhan itu sebenarnya sepele. Kamis (25/1), Suriatman menyapa seorang janda yang sedang lewat. Sikap ramah Suriatman itu ternyata kepergok sang istri, Irawati, 40 tahun. Spontan saja, Irawati terbakar cemburu hingga menaruh sangka bahwa suaminya telah selingkuh.

Berulang kali Suriatman menjelaskan bahwa ia dan janda yang ditegurnya sama sekali tak ada hubungan apa-apa. Namun, Irawati yang sudah terbakar api cemburu terus saja mendakwa bahwa suaminya telah berbuat serong dengan perempuan lain. Dakwaan itu akhirnya memancing emosi Suriatman. Keduanya lantas terlibat cek-cok hari itu.

Nah, saat itulah Irawati mengambil sebatang kayu untuk memukul suaminya. Suriatman yang sadar akan bahaya menimpanya lantas mengeles hingga terhindar dari pukulan istrinya. Namun, belum saja istrinya melayangkan pukulan kedua, Suriatman telah berhasil memukul istrinya.

Pukulan Suriatman semakin membuat Irawati terbakar amarah. Ia lantas  mencaci maki suaminya dengan supah serapah untuk meluapkan kesalnya. Sembari itu, Irawati juga berusaha mengamuk untuk memukul suamianya. Tapi Suriatman berhasil menepis pukulan dengan merebut kayu yang digunakan istrinya. Suriatman yang sudah kalap lantas menghajar istrinya menggunakan kayu tersebut.

Irawatinya akhirnya lemas setelah terkena beberapa pukulan dari suaminya. Ia terhujuyung jatuh terjerembap ke tanah hingga menghembuskan napas pamungkas. Mengetahui istrinya sudah lemas, Suriatman lantas menggotong sosok tubuh yang sudah tak bernyawa itu ke sebuah embung. Di sanalah ia membuat mayat ibu dari empat anaknya. ‘’Saya kemudian cuci tangan sebelum pergi,’’ ungkap Suriatman di Polres Lombok Tengah, Senin (29/1).

Baca Juga :  Perekrut CPMI Ilegal Ditahan Jaksa

Menyadari tangannya telah merenggut nyawa istrinya, Suriatman lantas mengerang cerita agar terbebeas dari jeratan hukum. Ia mengaku, bahwa awalnya ia keluar membeli gas dan menjemput anaknya mengaji dengan alasan permintaan istrinya. Semua itu ternyata bohong untuk mengelabui warga sekitar agar istrinya dikiria dibunuh perampok.

Keesokan harinya, Jumat (26/10, Suriatman berpura-pura mencari istrinya yang ke seluruh antero kampung. Ia juga menanyakan perihal istrinya ke tetangganya, keluarga istrinya di Dusun Pengadang Desa Kawo dan sekitarnya. Tak lama setelah berakting, Suriatman akhirnya berpura-pura menemukan istrinya tercebur di dalam embung tempat ia membuang mayat istrinya semalam.

Warga sekitar pun geger dengan penemuan mayat. Namun, keluarganya istrinya yang curiga dengan kematian korban akhirnya meminta polisi melakukan autopsi dan penyelidikan dengan kecurigaan, bahwa Irawati meninggal dalam keadaan tidak wajar. Keesokan harinya, Sabtu (27/1), Suriatman pun ditangkap setelah dicurigai polisi bahwa dialah pembunuh istrinya. ‘’Sekarang pelaku pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan akan kita kenakan pasal 338 dengan ancaman 15 tahun penjara,” ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Hizkia Siagian, kemarin.

Baca Juga :  Menparekraf RI Buka Wonder Preneur Fest

Dari keterangan pelaku yang didapatkan polisi, Suriatman telah mengakui perbuatan jahat telah membunuh istrinya. Suriatman kini hanya bisa menyesali perbuatannya dan memohon maaf kepada anak dan keluarga istrinya. “Saya emosi diumpat, sekarang saya sangat menyesal. Anak saya ada empat dan sekarang ada di rumah neneknya. Saya mohon maaf kepada semua keluarga,” ucap Suriatman.

Suriatman mengaku tidak pernah sama sekali merencanakan aksi pembunuhan keji ini, namun sepontan ia lakukan karena tidak bisa menahan emosi. Kalaupun cerita awal ia diminta untuk membeli tabung gas dan menjemput anak mengaji baginya bahwa itu hanyalah ceritanya yang tidak pernah terjadi. “Sebelumnya saya tidak pernah bertengkar tapi tumben karena saya tegur janda,” tambahnya.

AKP Hizkia juga menambahkan, setelah dilakukan pendalaman yang intens diketahui pelaku pembunuhan tidak lain merupakan suami korban. Pelaku menghabisi nyawa korban karena pada Kamis (25/1) sekitar pukul 17.00 Wiita. Pelaku dan korban cek-cok di sawah atau gubuk yang ditempati korban dan pelaku. Pertengkaran ini terjadi karena korban cemburu kepada pelaku. “Jadi ketika itu suami pulang kerja terus berantem hebat maka terjadi penganiyayaan hingga korban meninggal. Dari keterangan pelaku jika penganiyayaan ini dilakukan menggunakan kayu dan penyebab korban meninggal dunia akibat adanya pendarahan yang terjadi di dasar otak karena dipukul berkali-kali,” bebernya. (met)

Komentar Anda