Gubernur Ingin Teluk Ekas Ramah Investasi

Teluk Ekas
PERTEMUAN : Gubernur NTB H Zulkieflimansyah bertemu dengan investor asal Australia dan tokoh masyarakat di Teluk Ekas, Sabtu (5/2).

SELONG – Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meninjau kawasan teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, bersama para investor untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar, pada Sabtu (5/2) di  Kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur. Kunjungan Gubernur Zul didampingi juga Ketua Satga Investasi H Akhsanul Khalik, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB H Muhammad Rum, serta Kapolres Lotim.

“Kami mencoba memfasilitasi antara kepentingan investor dan masyarakat di daerah Ekas Lombok Timur,” kata Gubernur Zul.

Menurut Gubernur Zul, karena keamanan dan kenyamanan untuk berinvestasi sangat dibutuhkan. Apalagi Teluk Ekas ini tengah berbenah, sebagai penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan MotoGP pada 18-20 Maret 2022. Potensi alam, pantai yang indah dan eksoti,k serta kawasan untuk budidaya lobster, menjadikan daerah ini banyak dilirik oleh investor, maka sebagai provinsi yang ramah investasi, semua harus saling menguntungkan.

Dikatakannya, terkadang persoalan dengan cara pandang yang berbeda membuat masalah sederhana menjadi rumit dan berlarut larut. Sehingga dengan saling bertemu, berdiskusi akan mampu mencairkan suasana dan menghadirkan solusi yang mudah untuk suatu masalah.

“Mudah-mudahan dengan sering berdialog dan bersulaturrahim jembatan pengertian bisa di bangun dan di kokohkan untuk kebaikan bersama,” ujar Gubernur Zul.

Kepala DPMPTSP NTB H Muhammad Rum mengatakan, kehadiran Gubernur NTB H Zulkieflimansyah bersama rombongan ke Teluk Ekas bertemu langsung bersama investor asal Australia dan beberapa investor lainnya, serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat di Teluk Ekas, guna mendengar duduk permasalahan yang terjadi. Dalam kesempatan itu, hadir juga pemilik Ombak Resort sekaligus pihak yang bersengketa lahan.

“Kami datang ke Ekas, Jerowaru dalam rangka mencari informasi yang sebenarnya. Ternyata dengan masyarakat sekitar baik, cuman yang jadi masalah adalah dengan oknum notaris dan lawyer,” terang Rum.

Disampaikan Rum, berdasarkan hasil pertemuan dengan sejumlah pihak yang terlibat, hubungan antar investor dan masyarakat Ekas baik. Namun dugaan sementara, sambung Rum, ada keterlibatan oknum notaris dan oknum pengacara dari salah satu usaha yang diduga terlibat dalam sengketa pembelian lahan di Ekas, Jerowaru.

Rum mengaku dalam kasus ini pihaknya belum bisa mengambil langkah, lantaran masih menunggu laporan resmi dari pihak investor. Sementara, DPMPTSP NTB sendiri tetap melakukan koordinasi dengan investor hotel lainnya agar masalah ini cepat terselesaikan. 

“Kami masih menunggu laporan resmi dari pihak investor, baru kami akan panggil pihak terkait lainnya bersama dengan Kapolres Lotim,” ucapnya. (cr-rat)