Gubernur Diminta Segera Tunjuk Kadis Dikbud Definitif

M Yusuf
M Yusuf.( ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM –  Ketua Persatuan Guru Repubik Indonesia (PGRI) NTB M Yusuf meminta Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah untuk segera mendefinitifkan Kepala Dinas Pendididkan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB yang baru. Hal ini, penting supaya persoalan dunia pendidikan di NTB bisa terurai.

“Kita minta pak Gubernur NTB untuk mendefinitifkan segera kadid Dikbud NTB yang baru, supaya dunia pendidikan di NTB bisa bergerak cepat,” kata, M Yusuf kepada wartawan, kemarin.

Menurut Yusuf, persoalan pendidikan di NTB ini sangat kompleks. Jika Dikbud NTB masih di jabat oleh Plt, maka kewenangannya masih terbatas, berbeda jika sudah definitif. Sementara banyak program pendidikan di NTB yang membutuhkan gebrakan dan kebijakan yang cepat dan tepat untk di eksekusi.

Selain itu, Yusuf, juga menyarankan supaya persoalan kepala sekolah (kepsek) sejumlah SMA yang masih dijabat pelaksana tugas (plt) ini agar segera diisi. Karena, kepsek yang plt tidak bisa berbuat banyak dalam eksekusi program di sekolah mereka. Terlebih lagi, dalam waktu dekat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang melakukan penandatanganan di ijazah siswa itu harus oleh kepsek definitif.

“Semestinya puluhan kepsek yang lowong lama ini sudah diisi oleh pejabat definitif, seiring dengan pelaksanaan UN sebentar lagi digelar,” ucap Yusuf. 

Terpisah Ketua Dewan Pendidikan NTB H Rumindah mengatakan bagi kepsek yang masih dijabat oleh plt ini supaya segera di definitifkan. Hal ini tidak lain karena menghadapi UN yang sebentar lagi dilaksanakan. Karena kepsek plt ini kewenangannya terbatas tidak bisa mengambil kebijakan strategis, seperti yang definitif

‘Kita minta kepsek yang masih plt ini segera diisi. Sebab masih banyak tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh kepsek definitif,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB H Aidy Furqan menjelaskan jika pihaknya sudah menyampaikan kepada Gubernur NTB
terdapat 25 sekolah yang kosong, kemudian ada 3 sekolah yang pensiun, sehingga total yang diisi oleh Plt ada 28 sekolah.

“Sebanyak 28 sekolah yang diisi oleh plt, baik jenjang SMA, SMK maupun SLB sampai saat ini. Kami  berharap dalam waktu dekat ini sudah bisa dilantik,” katanya. (adi)