Gaji RT Rp 250 Ribu, DPRD Mataram Minta Ditingkatkan Setiap Tahun

I Made Putu Sudarsana (SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kini para Ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayah Kota Mataram sudah bisa menerima gaji di masing-masing kelurahan, yang dianggarkan masing-masing sebesar Rp 250 ribu per bulan.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana mengatakan, untuk gaji atau insentif Ketua RT, sudah mulai diterima triwulan pertama bulan April. Itu sesuai dengan usulan pada APBD Murni tahun 2021.
Saat ini semua kelurahan di Kota Mataram sudah merampungkan data jumlah RT. Ada sedikit tambahan dari data awal yang sebanyak 1.673 Ketua RT. “Kalau soal gaji mereka sudah ada dianggarkan kelurahan masing-masing,” jelasnya.

Namun karena beberapa persoalan terkait dengan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), sehingga sampai sekarang masih belum dicairkan. Untuk itu, mereka nanti akan terima secara rapelan dari bulan Januari sampai April. Kalangan RT di masing-masing kelurahan, sudah bisa mempertanyakan langsung ke kelurahan, maupun kepala lingkungan (Kaling).

BACA JUGA :  Kisah Driver Angkutan Online Kuasai Tiga Bahasa asing, Promosikan Destinasi Wisata

Dari 327 lingkungan yang ada di Kota Mataram, terdata sebanyak 1.673 ketua RT. Perinciannya di masing-masing kecamatan, untuk Kecamatan Ampenan ada 302 ketua RT, Sekarbela 227, Mataram 295, Selaparang 286, Cakranegara 288, dan Sandubaya 275 Ketua RT.

Untuk gaji RT, selama ini tidak lepas dari perhatian Pemerintah Kota Mataram terhadap kinerja dari Ketua RT di masing-masing lingkungan. Kebijakan ini diambil oleh mantan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sebelum berakhir massa jabatan tahun 2020 lalu.

BACA JUGA :  Belum Ada Rumah Sakit Raih Kategori Biru

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram Herman mengatakan, untuk pemberian insentif para Ketua RT, memang masih terbilang kecil. Sementara tugasnya cukup berat, menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat, yang tentu insentif tidak sebanding. “Kita harapkan setiap tahun ada peningkatan. Sehingga kalangan RT semakin semangat kerja. Terlebih Kota Mataram saat ini sudah semakin maju,” ujarnya.

Pihaknya berharap ke depan kesejahteraan aparatur pemerintah di tingkat bawah seperti RT harus diutamakan dalam setiap pembahasan APBD murni maupun APBD Perubahan. “Kita harapkan ada perhatian penuh. Termasuk marbot masjid, maupun guru ngaji di Kota Mataram,” pungkasnya. (dir)