Gaji Fakih Tak Bisa Dijamin

TANJUNG-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tak bisa berbuat banyak menanggapi rotes keras yang dilakukan sejumlah tenaga kontrak di daerah itu.

Kabag Umum Setda KLU, Haris Nurdin mengaku, memahami luapan emosi yang disampaikan pegawainya atas nama Fakih. Karena tidak mendapatkan perpanjangan kontrak tahun 2016 pasca dilakukan evaluasi empat bulan ini. “Saya memahami luapan emosinya, karena setahu saya, Fakih tidak ada dalam daftar (yang mendapatkan perpanjangan). Apalagi dia sudah menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan kepastian,” terangnya Rabu (11/5).

Memang, lanjut Nurdin, Fakih dan tenaga kontrak lain yang tidak masuk daftar perpanjangan tahun ini. Kontraknya juga sudah berakhir per 31 Desember 2015. Namun selama ini mereka tetap masuk, karena berharap lolos dalam evaluasi yang dilaksanakan.

Nurdin memahami bahwa dalam sekian bulan tersebut, perasaan tenaga kontrak penuh was-was. Apalagi, selama menunggu selesainya evaluasi tidak mendapatkan gaji. “Saya saja misalnya yang diberikan tunjangan, masih sering kurang. Apalagi jika tidak mendapatkan gaji selama sekian bulan. Jadi saya sangat memahami lah kekecewaannya,” terang Nurdin.

Lantas bagaimana nasib Fakih dan beberapa tenaga kontrak lainnya di Bagian Umum yang tidak mendapatkan perpanjangan, siapa yang akan membayarkan gaji mereka sejak Januari? “Kalau itu saya tidak bisa jawab,” terangnya. Namun yang jelas lanjutnya, Pemerintah KLU memberikan ruang untuk melakukan usulan terhadap tenaga kontrak yang belum mendapat perpanjangan dengan memperhatikan kebutuhan dan keahliannya. “Atau juga bisa diikutkan dalam kegiatan-kegiatan,” terangnya.

Seperti diketahui lanjutnya, terdapat kuota 90 tenaga kontrak dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di Setda KLU. Tapi yang diberikan kuota setelah dilakukan evaluasi hanya 88 tenaga kontrak yang bisa diperpanjang. Dari 88 tenaga kontrak ini, ada sejumlah tenaga kontrak baru yang direkrut, khususnya di kediaman Bupati-Wakil Bupati KLU. Tenaga-tenaga baru ini ada yang bertugas sebagai juru masak, dan juga cleaning service atau tenaga kebersihan.

Seperti diketahui, Fakih yang bekerja sebagai sopir di Bagian Umum, menuliskan cemoohan kepada Pemerintah KLU di belakang seragamnya, saat melakukan aksi di depan Kantor Bupati Selasa (10/5). Salah satu cemoohan itu bertuliskan “Pemda KLU Zolim”.  (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid