Proyek Pipanisasi Sekeper Kembali Dikerjakan

TANJUNG-Proyek pembangunan sistem jaringan air baku Sekeper yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I di Kawasan Hutan Rinjani Barat dan di Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan kapasitas 100 liter per detik, mulai dikerjakan kembali.

Keberaniaan BWS untuk kembali mengerjakan proyek yang sempat mendapat penolakan disertai aksi pengerusakan sejumlah warga ini, didasari atas jaminan keamanan yang dikeluarkan Pemerintah KLU melalui surat resminya. “Mulai tanggal 14 bulan kemarin kita sudah mulai kerja, karena ada surat jaminan keamanan dari Pemerintah KLU,” ujar Pengawas Proyek Lapangan BWS Nusa Tenggara I, Guruh Bayu, Senin (18/7).

Menurut Bayu, sejauh ini di lapangan, kondisi juga sudah aman. Pekerja bisa melakukan aktivitasnya dengan baik. Hanya saja pas lebaran kemarin diliburkan. “Yang jelas kita sudah mulai lagi untuk pembangunan reservoir, penggalian pipa, penimbunan pipa di Desa Sambik Bangkol,” terang pria tegap ini.

Seperti diketahui, proyek yang dikerjakan PT Dabakir Putra Mandiri senilai Rp 11,39 miliar lebih ini kontraknya selama 240 hari kalender. Lantas apakah akan ada tambahan waktu setelah hampir sebulan proyek tidak berjalan pasca aksi pengeruskan tersebut? Menurut Bayu, pihaknya tetap mengacu pada kontrak yang ditandatangani 11  Maret 2016 tersebut. “Masalah waktu sesuau dengan kontrak, nanti akan ditambah jam kerja dan juga lembur,” tandasnya.

BACA JUGA :  KPPU Komitmen Bongkar Monopoli Proyek di NTB

Seperti diterangkan sebelumnya, kerugian akibat pengerusakan pada 23 Mei 2016 oleh sejumlah masyarakat dari Kecamatan Kayangan tersebut ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar. Hal tersebut berdasarkan kroscek lapangan pasca kejadian. Total pipa yang terbakar mencapai 353 lonjor, yang terdiri dari 123 pipa berukuran 12 inch, dan 230 pipa berukuran 10 inch. Selain itu ada dua mesin penyambung, satu genset, tiga molen, dua bangunan bak penampung air, satu mobil pikap, satu alat berat dan satu alat pengecoran ikut dirusak. Namun kerusakan ini sendiri diasuransikan.“Ada asuransi. Tidak ada masalah. Pengerjaan tetap dilakukan sesuai kontrak. Titiknya tetap sama. Kemudian yang dirusak kemarin juga akan diperbaiki semua,” jelasnya.

Pantauan koran ini di lapangan, sejumlah rabat beton jalan kabupaten yang dirusak untuk penimbunan pipa juga sudah dimulai diperbaiki BWS dan hal ini pun ditanggapi positif oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral KLU, Raden Nurjati. (zul)