Di Balik Kelulusan Rachmania Ulwani Y di Tiga Universitas Ternama Dunia

HEBAT : Rachmania Ulwani (kiri) Siswi SMAN 1 Selong yang berhasil lulus di tiga universitas ternama dunia. (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SMAN 1 Selong telah banyak mencetak siswa dan siswi  berprestasi di bidang akademik, baik itu di level nasional bahkan  internasional. Prestasi itu mampu membawa siswa SMAN 1 Selong mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, ternama di dunia. Salah satunya Rachmania Ulwani merupakan satu-satunya siswi asal NTB yang lulus di tiga universitas ternama dunia     tahun 2022. 


M Gazali – Lombok Timur


SMAN 1 Selong memberikan penghargaan ke para siswa dan siswi yang berprestasi bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (13/5). Pada momen ini salah satu siswi terbaik SMAN 1 Selong Rachmania Ulwani asal Desa Anjani Selatan Desa Kecamatan Suralaga mampu membuat para guru di sekolah tersebut bangga terhadap capaiannya.

Gadis berparas ayu ini berhasil lulus seleksi masuk kuliah melalui jalur prestasi di tiga  universitas ternama dunia. Yaitu Universitas of British Columbia, Canada, Universitas of Melbourne Australia dan Curtin College Pert Australia. Di Indonesia Rachmania juga lulus di  Universitas Gajah Mada (UGM) melalui jalur SNMPTN.

Capaian tersebut tentunya tak didapatkan dengan mudah. Tentunya butuh kerja keras dan semangat yang tinggi. Rachmania sapaan akrabnya sejak duduk di bangku SMA dikenal sebagai anak yang cerdas, ia selalu menjadi juara keras. Pribadinya juga dikenal gigih dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Dalam dirinya ia selalu menanam prinsip hidup kerja keras tak akan pernah menghianati hasil. “Awal pertama saya bisa mengikuti seleksi masuk di tiga universitas ini setelah saya berhasil menjadi finalis kompetensi penelitian siswa Indonesia (KoPsi) tahun 2021,” tutur Rachmania.

BACA JUGA :  Mengenal Ni Nyoman Ivana Maharani, Murid Berprestasi Tingkat Internasional

Putri pertama pasangan Achmad Ziadi dan Husti Qomariah  mengaku, bermodal pretasi menjadi finalis KoPsi ini ia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetensi beasiswa ke luar negeri S1 yang merupakan program pertama Indonesia Maju dari Kemendikbud Ristek yang dibuka 2021. Kesempatan itu pun tak di sia-siakannya. “Melalui program beasiswa ke negeri kita juga harus mengikuti beberapa tahapan seleksi. Mulai dari seleksi administrasi, tes wawancara selajutnya yaitu saya mengikuti pembinaan di Jakarta. Dalam pembinaan saya kita di tes English Language Speak (ELS). Alhamdulillah di semua tahapan itu saya lulus,” imbuh dia.

Setelah itu baru ia mulai mendaftar di sejumlah universitas ternama di berbagai negara yang telah direkomendasi. Kata dia tercatat ada 42 universitas bergengsi dunia yang diberikan kesempatan untuk mendaftar oleh kementerian. Ia pun memilih untuk mendaftarkan di tiga universitas tersebut dengan mengambil jurusan kimia. “Setelah menyerahkan berbagai persyaratan, saya dinyatakan lulus di tiga universitas luar negeri  tempat saya mendaftar itu,” lanjutnya.

Gadis kelahiran 23 Juni 2004 ini mengaku, dari ketiga universitas tempatnya lulus ia diharuskan untuk memilih salah satu. Karena berbagai pertimbangan Rachmania memutuskan untuk kuliah di Universitas of British Columbia Canada. “Memang dari  tiga universitas ini semuanya bagus. Tapi saya memilih Universitas Canada karena merasa lingkungannya lebih nyaman,” ujarnya.

BACA JUGA :  Lebih Dekat dengan Komunitas Komikus Pertama di Lombok

Capian ini tentunya menjadi kebanggan bagi dirinya pribadi, orang tua, dan sekolahnya. Terlebih tidak semua orang  punya kesempatan bisa kuliah di luar negeri, apalagi di universitas ternama  dunia. Apa yang didapatkannya ini tak lepas karena peran serta semua guru yang ada di SMAN 1 Selong terutama guru pembinanya. “Orang tua dan guru sangat bangga.  Ini adalah pengamalan yang sangat berharga karena baru pertama bisa keluar negeri. Setelah lulus nanti saya berharap bisa bermanfaat bagi orang lain,” tutupnya.

Sementara itu Baiq Sri Ayuda guru pembina Rachmania, mengaku siswinya ini dikenal sebagai sosok yang cerdas, gigih terutama di pelajar kimia yang merupakan pelajaran favoritnya. Baik itu jam sekolah maupun di luar Rachmania selalu aktif bertanya ketika ada sesuatu yang belum dipahami. “Dan kita juga sebagai pembina selalu memfasilitasi. Dan alhamdulillah selama enam bulan mulai dari pembuatan proposal, penelitian meski sempat gagal tapi alhamdulillah Rachmania akhirnya keluar sebagai finalis KoPsi. Sehingga mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi masuk ke universitas ternama dunia,” bangganya.

Kemauan dan kerja keras Rachmania akhirnya membuahkan hasil. Ia pun akhirnya bisa lulus sekaligus di tiga universitas terbaik dunia. Ini tentunya menjadi kebanggan bagi sekolah terutama ia pribadi selaku pembina. “Usaha dan kerja keras tak akan menghianati hasil. Ini sangat luar biasa,” cetusnya. (**)