Dewan Minta Perbaiki Program Beasiswa NTB

TGH Mahalli Fikri (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Program unggulan Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi), yaitu Beasiswa NTB belakangan juga disorot. Hal itu disebabkan tidak adanya kontribusi para penerima beasiswa pasca menyelesaikan pendidikannya. 

Ketua komisi V DPRD NTB, TGH Mahalli Fikri yang membidangi pendidikan, menilai adanya ikatan atau Memorandum of Understanding (MoU) memang cukup penting. “Saya setuju kalau ada ikatan dengan para penerima beasiswa,” ucap Mahalli, Kamis (4/3). 

Menurut Mahalli, kekurangan program beasiswa NTB harus diperbaiki. Apabila tidak adanya ikatan menjadi kritikan, maka patut dijadikan perhatian bersama. 

Meskipun begitu, Mahalli tidak setuju jika semua penerima beasiswa diikat dengan perjanjian. “Terutama yang spesialis. Jurusan yang terkait dengan masalah yang dibutuhkan daerah. Kalau untuk guru ngaji, ya gak perlu ada ikatan,” katanya. 

Sejauh ini, Mahalli juga menyadari jika para alumni penerima beasiswa belum memberikan kontribusi. “Jika itu dianggap kekurangan, harus diperbaiki. Tidak arif jika kita salahkan orang. Mungkin mereka belum berkontribusi karena situasi belum bersahabat. Karena kita juga sedang pandemi,” ujar Mahalli. 

Evaluasi komisi V terhadap pelaksanaan program beasiswa, menurut Mahalli secara umum sudah cukup baik. “Tidak ada gejala yang kita anggap merugikan masyarakat. Dan dari orang-orang yang sudah mendapatkan beasiswa, positif juga pengakuannya,” tutur Mahalli. 

Hal yang harus diketahui pula, lanjutnya, program beasiswa NTB tahun ini tidak hanya fokus untuk luar negeri. Beasiswa untuk kampus-kampus di dalam negeri juga cukup banyak. 

Dalam waktu dekat, Komisi V sendiri akan melakukan diskusi internal untuk penyempurnaan program beasiswa. Selanjutnya barulah memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Intinya, kalau ada yang kurang, tugas kita semua memperbaikinya. Jangan suka saling menyalahkan,” ujar pria yang juga Ketua Demokrat NTB ini. 

Sementara itu, Direktur Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Provinsi NTB, Irwan Rahadi menjelaskan, para alumni penerima beasiswa sudah mulai melaksanakan program di daerah sebagai bentuk kontribusi. “Jadi sudah masuk ke program-program lanjutan terkait alumni dan kontribusi masing-masing. Saat ini sedang berlangsumg program Capacity building untuk para alumni, dan mengerjakan project pengabdian kepada masyarakat seperti penelitain tentang pernikahan anak, pengembangan objek pariwisata, literasi dan lain-lain,” paparnya. 

Pelibatan para alumni tersebut, diinisasi LPP bersama Pemprov NTB agar mereka bisa berkontribusi bagi daerah. “Kita masih terus cari ide-ide kreatif untuk tindaklanjutnya. Sambil terus dievaluasi,” imbuh Irwan. (zwr)