Dari Dakwah Jumat hingga Tim Patroli Siber

SAMBUTAN : Kapolres Mataram yang baru, AKBP Muhammad,S.IK saat menyampaikan sambutan pada acara pisah sambut kemarin yang diselenggarakan Pemkot Mataram.

Jabatan Kapolres Mataram berganti dari AKBP Heri Prihanto,S.IK ke AKBP Muhammad, S.IK. Pemerintah Kota Mataram menggelar acara pisah sambut Kapolres. Banyak masukan untuk kerja-kerja Kapolres baru kedepan.


ZULFAHMI-MATARAM


AKBP Heri Prihanto bertugas sebagai Kapolres Mataram hampir selama satu setengah tahun. Kini posisinya diganti oleh AKBP Muhammad, S.IK. Sebelumnya AKBP Muhammad bertugas sebagai Kapolres Sumbawa. Sebagai bentuk terima kasih atas kerja-kerja Kapolres lama serta sebagai bentuk penyambutan untuk Kapolres baru, Pemkot Mataram menggelar kegiatan pisah sambut, Kamis (16/3) yang dihadiri Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana bersama istri. Hadir juga para anggota FKPD mula dari Kepala Pengadilan Negeri Mataram, Kepala Pengadilan Tinggi Mataram, Kepala BPN Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram dan lain-lain.

Pada kesempatan ini Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menitip pesan kepada Kapolres AKBP Muhammad untuk memberi perhatian khusus terhadap persoalan minuman keras tradisional. Miras tradisional dipandang Mohan sebagai akar kriminal di kalangan anak-anak muda. Pemkot sendiri sudah mengambil kebijakan memberantas peredaran Miras tradisional. Setidaknya pedagang tidak lagi menjual Miras jenis Tuak secara demonstratif seperti sebelumnya. Kebijakan ini membutuhkan dukungan pihak kepolisian. “ Saya percaya Pak Kapolres sudah betul-betul paham. Selamat bertugas menjalankan tugas dan fungsinya. Kami siap berkoordinasi sesuai dengan peran masing-masing untuk kebaikan masyarakat di Kota Mataram,” ungkap Mohan.

[postingan number=3 tag=”features”]

Setelah itu Kapolres menyampaikan bahwa pesan Pemkot tersebut akan menjadi atensinya. Ia juga menyampaikan beberapa program yang akan dilaksanakan diantaranya program dakwah jumat seperi yang sudah dilaksanakannya sewaktu bertugas di Sumbawa. Pendekatan lewat dakwah akan dilaksanakan kembali di Mataram.” Dakwah hari jumat tentunya akan kita lanjutkan kembali. Apalagi Lombok ini Pulau Seribu Masjid,” ungkapnya.

Menurutnya, menyampaikan imbauan untuk menjaga keamanan, termasuk tidak mengkonsumsi Miras saat salat jumat sangat efektif karena tanpa harus lelah mengumpulkan warga. Maka selesai atau sebelum salat jumat, polisi akan memanfaatkannya untuk menyampaikan imbauan.” Saat salat jumat itu ratusan  jama’ah hadir tanpa diminta,” ungkapnya.

Belum lagi karena Kota Mataram dikenal dengan warganya yang religius,  Muhammad yakin programnya berjalan dengan baik. Ia lalu menceritakan pengalamannya menjalankan program ini di Sumbawa. Ada ratusan masjid ia datangi secara bergiliran. Untuk di Mataram, program ini akan mulai dilaksanakan minggu depan.” Jumat pekan depan kita mulai,” tegasnya.

Di Mataram, masalah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) masih menjadi perhatiannya terutama saat ini banyaknya informasi yang ada di masyarakat berkaitan dengan munculnya isu penculikan anak serta penyebaran informasi bohong (hoax).” Masalah Kamtibmas masih menjadi perhatian kita,” tegasnya.

Isu penculikan kian marak di media sosial. Ia mengistilahkannya dengan “ One Klik Killer “. Maksudnya yakni hanya dengan satu klik bisa membunuh orang jika menyampaikan informasi yang sesat dan meresahkan masyarakat.

Alumni Akpol ini akan membentuk tim patroli siber (internet) untuk memantau informasi-informasi yang menyesatkan dan informasi yang bisa menggangu Kamtibmas.” Nanti kita akan bentuk timnya,” tambahnya.

Patroli siber dianggap penting untuk memantau informasi-informasi yang tidak layak dan menyesatkan untuk dikonsumsi masyarsakat. Tim siber akan  bekerjasama dengan Polda NTB. Karena fasilitas pelacakan siber hanya ada di Polda NTB.

Ia mengimbau masyakat untuk tidak langsung percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.(*)