Butuh Rp 12 Miliar untuk Food Estate Sumbawa

H Khairul Akbar (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK )

MATARAM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB pada tahun 2022 menganggarkan dana sebesar Rp 12 miliar untuk pembangunan program Food Estate di bidang peternakan yang dipusatkan di Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa. Program Food Estate di Labangka Sumbawa tersebut merupakan konsep pengembangan pangan dilakukan secara terintegrasi mencakup peternakan, pertanian, dan perkebunan.

“Anggaranya kita coba di tahun 2022 mendatang sebesar Rp 12 miliar untuk peternakan khusus mengembangkan Labangka Sumbawa,” kata Kepala Disnakeswan Provinsi NTB H Khairul Akbar, kepada Radar Lombok, Minggu (18/4).

Menurut Khairul, nantinya untuk peternakan sendiri akan banyak program. Ada kegiatan untuk kaitan penyedia sarana dan prasarana, pemilihan benih, pengadaan hijau pakan ternak. Selain itu akan dibuatkan pakan ternak dan Rumah Potong Hewan juga di Labangka, Sumbawa. Fungsi dari RPH tersebut nantinya bisa menyediakan daging,  kemudian pakan ternak bukan hanya untuk sapi saja, tapi ada juga dari perikanan dan lainnya.

BACA JUGA :  Insentif Pajak UMKM Diperpanjang Hingga Desember

Dijelaskan Khairul,  Food Estate ini adalah program yang menjadi prioritas dan ada juga sharing dana dari kabupaten Sumbawa dan Pemprov NTB untuk menyiapkan dana di APBD Perubahan 2021 dan APBD Murni 2022 untuk mengembangkan lokasi tersebut. Kemudian diharapkan juga bantuan dari APBN dalam pembangunan Food Estate.

“Kalau Food Estate Labangka Sumbawa ini sudah jalan.  Sudah ada lahan juga di sana untuk pertanian dan peternakan,” ungkapnya.

Untuk itu di harapkan semua OPD terkait memberikan masukan dan dana melalui program-program di Labangka. Pihaknya juga sudah menindaklanjuti hal tersebut bersama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan dan Asisten II terkait dengan pengembangan Food Estate.

BACA JUGA :  Pemda Belum Terima Informasi Penghapusan BBM Subsidi

“Kemarin saya bertemu dengan peternak yang punya lahan di sana, dia ada penggemukan 200 ekor sapi. Selain itu ada kelompok-kelompok yang diberikan bantuan oleh bapak Gubernur dalam bentuk ternak sapi,” terangnya.

Pengembangan kawasan Food Estate Labangka akan menggunakan basis korporasi. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa kegiatan untuk pengembangan kawasan Food Estate ini. Kegiatan tersebut nantinya diberikan dalam bentuk penguatan kelembagaan kelompok, pengadaan ternak, penyediaan sarana dan prasarana seperti mesin pertanian, penguatan kelembagaan serta infrastruktur pendukung lainnya.

“Saya sudah turun ke kelapangan melihat kondisi seperti apa. Selain itu potensinya apa saja di sana bisa kita dorong,” ujarnya. (dev)