Bulog Siap Ganti Raskin Kualitas Buruk

Bulog Siap Ganti Raskin Kualitas Buruk
RASKIN: Tampak para buruh sedang menurunkan Raskin dari atas kendaraan, untuk selanjutnya didistribusikan kepada mereka yang berhak menerima. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Penyaluran beras miksin (Raskin) di sejumlah kabupaten di Provinsi NTB sudah mulai dilakukan Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi NTB. Hanya saja, penyaluran Raskin pada bulan Maret dan April 2017 ini mendapatkan keluhan dari masyarkaat penerima manfaat dari Raskin, karena kualitas beras yang diterima dalam kondisi kurang bagus alias buruk dan berkutu.

Seperti yang terjadi di sebagian kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, dan kini juga sebagian penerima di Kabupaten Lombok Barat, menerima Raskin dengan kualitas kurang bagus.

Terkait adanya rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) di beberapa kabupaten yang menerima Raskin dengan kualitas kurang bagus, Perum Bulog Divre NTB memastikan siap mengganti Raskin yang buruk diterima oleh masyarakat penerima manfaat.

“Bagi masyarakat yang melaporkan dan mengeluhkan kualitas Raskin, beras segera diganti oleh Satker Bulog Divre NTB,” tegas Kepala Perum Bulog Divre NTB, H. Achmad Ma’mun, Selasa kemarin (2/5).

Ma’mun memastikan pihaknya akan mengganti Raskin yang terlanjur disalurkan dan diterima oleh masyarakat dalam kondisi kualitas buruk seperti berkutu dan hitam sebagaimana dikeluhkan oleh RTSPM yang ada di Provinsi NTB. Perum Bulog Divre NTB membuka diri dalam menerima keluhan dan informasi berkaitan dengan Raskin yang kualitas kurang bagus diterima oleh masyarakat.

Hingga akhir April 2017, Perum Bulog Divre NTB sudah menggelontorkan penyaluran Raskin di 7 kabupaten di Provinsi NTB, tidak termasuk Kota Mataram yang sudah menerapkan E-Warong untuk pengambilan Raskin.

Jumlah Raskin yang sudah disalurkan oleh Perum Bulog Divre di 7 kabupaten tersebut adalah sebanyak 6.891 ton. Dari jumlah 6.891 ton Raskin yang sudah tersalurkan, Perum Bulog Divre NTB melakukan pergantian Raskin berkualitas buruk di Kabupaten Lombok Utara sebanyak  114 karung atau sebanyak 1.710 kg atau setara dengan 0,001 persen dari yang sudah disalurkan di 7 kabupaten/kota se Provinsi NTB yang menerima Raskin kurang bagus.

“Untuk Raskin yang kurang bagus di KLU itu sudah  langsung kami ganti dengan beras yang baik. Sementara jika ada di kabupaten lain menerima Raskin dengan kualitas buruk, silahkan  Telpon Satker Bulog NTB 1×24 jam langsung diganti,” kata Ma’mun.

Sementara itu untuk dua kabupaten/kota yang belum disalurkan Raskin yakni Kota Bima dan Kabupaten Bima, Ma’mun mengatakan akan dalam minggu ini awal Mei akan segera didistribusikan kepada masyarakat selaku penerima manfaat. “Untuk Kota Bima dan Kabupaten Bima, Minggu ini Raskin sudah mulai disalurkan,” ujarnya.

Ditanyakan adanya keluhan sejumlah warga penerima Raskin dalam kondisi kualitas kurang baik yang terjadi di wilayah Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Ma’mun mengaku belum ada menerima laporan dan keluhan dari masyarakat. “Untuk sementara ini, baru ada penerima di Kabupaten Lombok Utara yang kami terima keluhannya terkait Raskin yang kualitasnya buruk dan sudah diganti, ” jelas Ma’mun.

Sebelumnya pada pertengahan April 2017 lalu, sejumlah warga di Kabupaten Lombok Utara mengeluhkan kualitas Raskin yang jauh dari standar kelayakan dimana terdapat kutu dan beras kelihatan hitam. Keluhan Raskin kulitas buruk tersebut datang dari warga Mentingi  di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 144 karung yang berisi 15 kg/karung.

Sementara Kepala Bagian Ekonomi Setda Lombok Utara, H Achmad Sujanadi mengungkapkan, jumlah Rastra (Raskin) yang dikembalikan sebanyak 144 karung yang berisikan 15 kg karena dalam kondisi kurang bagus. “Masyarakat langsung koordinasi dengan tim dari desa, camat, kabupaten lalu dilaporkan ke Bulog. Sekarang sudah diganti,” katanya.

Keluhan serupa kembali terjadi pada awal Mei 2017 dan dilakukan oleh sejumlah warga penerima manfaat dari program Raskin di  Dusun Karang Bongkot, Desa Karang Bongkot (Perampuan Timur) Kecamatan Labuapi.  Kualitas beras yang diterima pekan lalu tersebut kurang bagus. Seperti terdapat banyak kotoran dan masih banyak terlihat bulir padi yang belum dipisahkan dari kulitnya.

Atas kejadian ini, warga yang masing-masing menerima jatah 15 kilogram memilih menggiling ulang beras tersebut agar lebih bersih dan layak dikonsumsi. “Ni kan lebih bersih,” ungkap Handa, ibu rumah tangga warga setempat seraya menyatakan, banyak usaha penggilingan padi keliling dengan harga giling sekitar Rp 4 ribu per karung.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik mengatakan, bahwa tahun 2017, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan Raskin senilai Rp 648,8 miliar untuk Provinsi  NTB. Jumlah penerima Raskin tahun ini menjadi 473.049 Kepala Keluarga (KK) di 10 kabupaten/kota. “Penerima Raskin atau Rastra tahun 2017 ini bertambah 1.483 KK,” sebut Ahsanul Khalik.

Pada tahun 2016 lalu jumlah kuota sasaran penerima Raskin hanya 471.566 KK saja. Dengan bertambahnya kuota sebanyak 1.483 KK, maka total penerima Raskin tahun 2017 ini di NTB menjadi 473.049 KK.

Jumlah penerima Raskin sebanyak 473.049 KK itu tersebar di Lombok Timur sebanyak 138.363 KK, Lombok Tengah 96.375 KK, Lombok Barat 66.996 KK, Lombok Utara 33.755 KK, dan di Kota Mataram 25.680 KK. Kemudian Kabupaten Sumbawa sebanyak 34.040 KK, Dompu 19.356 KK, Kabupaten Bima 39.995 KK, Kota Bima 8.393 KK, dan Kabupaten Sumbawa Barat 10.096 KK. (luk)