Bisnis Travel Agent Bakal Semakin Terpuruk

Dewantoro Umbu Joka (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )
Dewantoro Umbu Joka (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Harga tiket pesawat kemungkinan akan kembali menjadi mahal. Pasalnya belum ada keputusan subsidi terhadap maskapai tahun ini akan dilanjutkan atau tidak. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap sejumlah agen perjalanan (travel agen) yang bisa-bisa menutup usaha mereka.

“Sangat berpengaruh, sekarang saja lagi murah saja masih sepi yang datang, apalagi kalau mahal. Kemungkinan usaha travel tutup itu pasti ada, saya pikir orang mau usaha apalagi,” kata Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agent (ASITA) NTB Dewantoro Umbu Joka.

Umbu mengaku jika saat ini sudah banyak pengusaha travel yang beralih profesi ke usaha kuliner, lantaran masih sepinya pesanan di travel agen. Meskipun harga tiket telah diberikan subsidi pada tahun lalu, tidak banyak orang yang bepergian untuk liburan. Hanya saja ini bukan persoalan harga tiket, tetapi adanya beberapa kebijakan dari pemerintah untuk mengatasi Covid-19 yang justru mempersulit calon wisatawan.

Seperti persyaratan antigen harus membayar Rp 250 ribu ditambah kasus Covid-19 semakin tinggi dan tidak tau kapan berakhir. Orang mana mau pergi berlibur, paling sekarang ini yang berangkat tugas pemerintahan dan bisnis terpaksa untuk bepergian ke luar daerah, tidak murni berlibur.

Akhir tahun lalu pemerintah memberikan sederet stimulus, berupa subsidi langsung ke maskapai. Hal ini berdampak pada penurunan harga tiket. Namun itu tetap saja tidak memberikan pengaruh terhadap para pengusaha, karena pesanan terbilang kecil.

“Beberapa hari lalu masih murah harga tiket, tapi tidak bisa mendongrak kunjungan wisatawan. Sebenarnya yang bikin orang datang dan tidak datang itu kebijakan pemerintah sama Corona ini. Harga tiket kalau menurut saya tidak terlalu berpengaruh saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengungkapkan subsidi terhadap maskapai tahun ini belum bisa diputuskan akan dilanjutkan atau tidak. Hingga kini belum ada mekanisme yang disetujui dari pemerintah untuk kembali memberikan subsidi bagi maskapai penerbangan.

Terpisah, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, Awanadhi Aswinabawa mengatakan, tiket pesawat akan mengalami kenaikan jika tidak ada subsidi dari pemerintah. Hal tersebut akan membuat pengusaha travel semakin terpuruk. Karena sekarang saja masih tertatih-tatih untuk bisa bertahan masih sulit.

“Tambah runyam buat bisnis in-bound (masuk, red). Perubahan yang terjadi adalah semakin parah untuk bisnis biro perjalanan wisata,” ujarnya. (dev)