Bidikan Tepat Sasaran HMI-KTM

H. Muhammad Izzul Islam (HMI)
TGH. Muammar Arafat bersama H. Muhammad Izzul Islam membidik target sebelum akhirnya anak panah keduanya melesat tepat ke sasaran di Kediaman Izzul di Sandik, Sabtu (22/7). (ZUL/RADARLOMBOK )

GIRI MENANG-Secara mengejutkan TGH. Muammar Arafat atau yang akrab dipanggil Kak Tuan Muammar (KTM) mendatangi kediaman H. Muhammad Izzul Islam (HMI), Sabtu (22/7). Juru Bicara Tim Media Center H. Suhaili FT Calon Gubernur NTB 2018-2023, Chris Parangan mengatakan, pertemuan KTM dan HMI ini atas izin Suhaili sebagai Ketua DPD I Partai Golkar NTB.

Kedatangan KTM bersama istrinya Sabtu sore kemarin, disambut hangat HMI. Dengan antusias HMI mengajak KTM mencoba olahraga memanah. Dengan jarak sasaran sekitar 50 meter, cukup sulit bagi KTM untuk anak panahnya menyentuh sasaran. Lebih-lebih diakuinya, itu kali pertama memegang busur dan anak panah. Namun setelah beberapa kali mencoba, akhirnya KTM cukup bisa mengimbangi lesatan anak panah HMI. Hingga akhirnya, HMI-KTM membidik dan melesatkan anak panah berurutan. HMI tepat mengenai sasaran. Kemudian disusul KTM yang juga tepat mengenai sasaran.

Usai melakukan olahraga panahan ini, keduanya pun langsung masuk ke dalam ruang tamu. HMI-KTM berdiskusi hangat bak teman yang sudah lama akrab. Pada akhir pertemuan tersebut, KTM mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan HMI ini adalah untuk menjajaki chemistry. Pertemuan dengan HMI ini kata KTM merupakan pertama kali, di luar pertemuan atau perjumpaan yang hanya sekadar say hello. Pertemuan inipun kata dia bak teman, sahabat yang sudah lama akrab. HMI menerima dengan baik, serta begitu welcome dengan penuh canda tawa. Bahkan begitu datang, langsung diajak mencoba olahraga sunnah nabi yakni panahan kata KTM.

Adapun chemistry yang didapatkan dengan HMI sendiri bebernya selain religiusitas adalah, HMI mempunyai semangat membangun, menyelamatkan dan memperbaiki Lobar. “Tujuan saya seperti itu juga, menjadi bagian untuk memperbaiki daerah kita ini. Ternyata tujuan kita sama,” jelasnya.

Bagi KTM, saat ini kondisi Lobar monoton tidak ada akselerasi atau percepatan pembangunan. Pembangunan masih jalan di tempat. “Seharusnya Lobar itu berlari. Kalau Lobar bangkit itu, kita ketinggalan. Lobar jangan bangkit lagi lah, marathon seharusnya,” tegasnya.

Sementara itu HMI sendiri mengatakan, pertemuan pertama dengan KTM, memang sangat akrab dan terasa tidak asing. Mungkin dikarenakan saat dulu dirinya menjabat Wakil Bupati Lobar, sering kali hadir dalam pengajian yang diadakan oleh orang tua KTM. Bahkan sering pula dahulu diajak berkeliling ke jemaah.

Dikatakannya, memang benar apa yang disampaikan KTM terkait kondisi terkini Lobar dan itu harus diperbaiki. Kendatipun sudah puluhan tahun dirinya tidak muncul, kondisi Lobar diungkapkannya tetap dipantau, bahkan saat menjadi Anggota DPR RI dahulu. Berbekal pengalaman dan kemampuannya, HMI pun yakin bahwa dirinya mampu untuk memperbaiki Lobar saat ini. “Pembangunan masih jalan di tempat, untuk apa kita lanjutkan seperti itu. Sangat banyak infrastruktur spektakuler yang dibangun, tetapi melupakan kepentingan masyarakat yang seharusnya diperhatikan, seperti nelayan, petani, buruh,” jelasnya.

Jika nanti dirinya diberikan amanah sebagai Bupati Lobar, maka hal mendasar yang harus dilakukan adalah menciptakan lapangan pekerjaan. “Lapangan perkerjaan yang sudah ada, kita perbaiki, kita pertahankan, jangan sampai mundur. Daerah wisata kita Sekotong kita bangun, Senggigi kita benahi, birokrasi dibenahi,” tegasnya.
Berkaitan dengan sosok KTM sendiri dikatakannya, KTM merupakan tuan guru yang juga Anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Golkar. Komunikasi dengan Partai Golkar saat ini untuk niatan dirinya maju juga sangat baik. Selain yang diharapkan dukungan dari Partai Golkar, juga nantinya diharapkan dukungan dari koalisi partai lainnya yang kini masih dijajaki. Berkaitan dengan satu paket antara HMI-KTM sendiri dikatakannya, ini bentuk perpaduan yang sangat bagus. “Jadi sambil jalan, saling menjajaki. Kalau niat kita satu, sama untuk Lobar, kenapa harus berlama-lama,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Tim Media Center H. M. Suhaili FT Sebagai Calon Gubernur NTB 2018-2023 Chris Parangan mengatakan, pertemuan KTM-HMI ini atas seizin Suhaili. Bahkan dalam pertemuan tersebut, Suhali meminta agar KTM didampingi dirinya dan Pengurus DPD I Partai Golkar NTB. Dalam kesempatan kemarin, yang mendampingi itu adalah dirinya dan Sekretaris Dewan Pertimbangan DPD I Partai Golkar NTB H. Hirsan Mahrup.

Diuangkapkan Chris mengutip percakapannya dengan Suhaili melalui telepon Sabtu siang, Suhaili antusias dengan pasangan HMI-KTM. Dia mendoakan agar pertemuan tersebut romantis dan bisa memberikan efek perjuangan dirinya maju menjadi Gubernur NTB pada Pilkada 2018. Dijelaskan Suhaili kata Chris, HMI itu sudah teruji dua kali melenggang ke DPR RI. Mencari suara pada Pilkada NTB persis sama dengan Pileg DPR RI. Sehingga tentu perlu belajar juga dengan HMI. Belum lagi HMI yang merupakan Ketua DPW Partai Perindo NTB. Dimana Ketua Umum Partai Perindo adalah Hary Tanosodibjo yang juga CEO MNC Group. Belum lagi dengan pengalaman HMI yang pernah menjadi Kepala Daerah di Lobar. Diyakini HMI sudah tahu bahkan tidak lupa bagaimana cara untuk meraih hal tersebut. “Jadi sebelumnya sudah ada pertemuan juga antara HMI dan Pak Suhaili, antara sesama ketua partai, membahas persoalan ini,” bebernya.

Kemudian KTM dengan raihan 17.000 suara daerah pemilihan KLU-Lobar yang memiliki basis pula di Kota Mataram, diharapkan pula bisa memberikan dukungan terhadap dirinya di KLU, Lobar dan Kota Mataram. Basis besar di tiga wilayah inilah yang tidak dimiliki enam bakal calon bupati yang mendaftar di DPD II Partai Golkar Lobar belum lama ini. “Jadi akan ada simbiosis mutualisme apabila HMI-KTM bisa terwujud,” jelasnya.
Kemudian tambah Chris, Suhaili juga menegaskan bahwa Partai Golkar belum ada mengeluarkan surat apalagi urat untuk mendukung salah satu balon atau paket pasangan balon. Semua masih berproses. “Jadi bahasanya pak ketua itu, belum ada surat apalagi urat yang dikeluarkan Partai Golkar untuk balon di Lobar. Tetapi apabila nanti tinta sudah jatuh (diputuskan), maka semua harus patuh,” tandasnya. (zul)

BACA JUGA :  Kiai Zul Tinggalkan Jalur Independen