BI NTB Tutup Usaha 34 Money Changer Tak Berizin

BI NTB Tutup Usaha Money Changer Tak Berizin
DISEGEL: Tim penertiban KUPVA BB, atau usaha Money Changer dari perwakilan BI Provinsi NTB dan Polda NTB, ketika menempel stiker penutupan salah satu money changer di kawasan Gili Trawangan Jumat kemarin (5/5). (BI FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM—Setelah memberikan peringatan dan waktu untuk pengurusan izin hingga tanggal 7 April 2017, akhirnya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, bekerja sama dengan kepolisian, Jumat kemarin  (5/5) mulai melakukan penertiban tempat penukaran mata uang asing Money Changer  atau yang dikenal dengan sebutan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB).

Kegiatan penertiban tahap pertama di sejumlah wilayah di Provinsi NTB, salah satunya di kawasan Gili Terawangan, Lombok Utara dan Kota Mataram, serta di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat telah dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 Mei 2017 terhadap pelaku kegiatan penukaran valuta asing tanpa izin di Provinsi NTB.

Penertiban tahap pertama ini dilakukan terhadap 40 KUPVA BB tidak berizin. Dari jumlah tersebut, ditemukan sebanyak 2 KUPVA telah menghentikan kegiatannya, 4 KUPVA BB telah mengajukan izin ke Bank Indonesia, dan 34 KUPVA BB telah dilakukan penertiban dengan penutupan lokasi usaha atau penghentian kegiatan penukaran valuta asing.

“Sebanyak 34 KUPVA BB telah ditutup lokasi usahanya dan ditempelkan stiker untuk tidak boleh membuka usaha penukaran valuta asing,” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Prijono, Jum’at kemarin (5/5).

Prijono menjelaskan, dari jumlah KUPVA BB yang ditertibkan tersebut, tidak hanya melakukan kegiatan penukaran valuta asing namun juga berusaha sebagai toko emas, pengusaha tour & travel, maupun usaha lainnya seperti toko kelontong, hp dan pakaian. Sejauh ini, pihak-pihak yang ditertibkan telah bersikap kooperatif sehingga kegiatan penertiban dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

Dikatakannya, sebagai tindak lanjut terhadap seluruh pelaku kegiatan penukaran valuta asing tanpa izin yang terkena tindakan penertiban, telah ditempelkan stiker penertiban sampai dengan yang bersangkutan mengajukan izin usaha KUPVA ke Bank Indonesia.

Selanjutnya BI Provinsi NTB akan terus memonitor pemenuhan komitmen dari pihak-pihak tersebut. Kepada pihak-pihak yang telah dikenakan pemasangan stiker penertiban di lokasi usaha, dilarang keras untuk merusak, melepas, atau memindahkan stiker penertiban dimaksud, dengan ancaman pidana sesuai Pasal 232 KUHP.

Prijono mengatakan, sebelum melakukan penertiban terhadap pelaku KUPVA BB tidak berizin tersebut, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB telah melakukan upaya persuasif secara masif melalui himbauan untuk mengajukan izin ke Bank Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui sosialisasi maupun mendatangi lokasi usaha dan meminta pihak-pihak dimaksud, untuk menandatangani surat pernyataan yang berisi kesanggupan untuk menghentikan kegiatan usahanya dan segera mengajukan izin kepada Bank Indonesia.

Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan publikasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaaan terhadap KUPVA BB tidak berizin. Selanjutnya, Bank Indonesia menghimbau agar pelaku KUPVA BB tidak berizin lainnya segera menghentikan kegiatan usahanya dan mengajukan izin ke Bank Indonesia.

Bank Indonesia menekankan kembali bahwa pengurusan izin di BI gratis tanpa dipungut biaya apapun. Penertiban KUPVA BB tak berizin ini sesuai dengan amanat Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/20/PBI/2016 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB), Bank Indonesia selaku Lembaga Pengawas dan Pengatur (LPP) KUPVA BB atau dikenal dengan istilah “money changer”.

“Penertiban KUPVA BB tak berizin ini sebagai salah satu upaya untuk melindungsi konsumen /masayrakat dari hal yang tidak diinginkan,” terang Prijono.

Menurut Prijono, bahwa kegiatan penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk NTB. Bank Indonesia bersama Kepolisian akan terus melakukan evaluasi atas kegiatan penertiban yang telah dan akan dilakukan.

Selain itu Bank Indonesia akan terus memantau kegiatan penukaran valuta asing tidak berizin secara masif melalui seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia. Di samping itu, Bank Indonesia juga akan melanjutkan ke proses hukum apabila terdapat KUPVA BB yang melakukan tindak kejahatan.

Prijono menghimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan KUPVA BB yang telah memperoleh izin Bank Indonesia dan masyarakat bisa segera menginformasikan ke kantor Bank Indonesia terdekat atau melalui call center BI 131, jika menemukan pihak-pihak yang diduga melakukan kegiatan penukaran valuta asing tanpa izin.

“Penyelenggara KUPVA BB berizin diingatkan untuk tidak bekerjasama dan bertransaksi dengan pelaku yang tidak berizin. Bank Indonesia akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melanggar ketentuan dimaksud,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid