BI NTB Gandeng UIN Mataram Gencarkan Sertifikasi Halal Produk UMKM

UMKM HALAL
SEMINAR : Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji, Kanwil Kemenag NTB H Zaidi Abdad, Rektor UIN Mataram Prof H Masnun Tahir pose bersama ratusan peserta seminar sertifikasi halal, Rabu (22/6).

MATARAM –  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB menggelar seminar terkait urgensi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di NTB, Rabu (22/6). Sebanyak 300 peserta yang berasal dari pelaku UMKM pangan, dosen dan mahasiswa, calon penyuluh dan pendamping sertifikasi halal dari lembaga halal Center UIN Mataram hadir dalam seminar sertifikasi halal tersebut.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji, Rektor UIN Mataram Prof H Masnun Tahir, Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zaidi Abdad, dan Ketua Halal Center UIN mataram Moh Asyiq Amruloh.

Kepala Kanwil Kemenag  NTB H Zaidi Abdad mendukung  BI NTB dan UIN Mataram yang telah menggagas seminar bimbingan teknis, serta fasilitasi sertifikasi halal yang menjadi sangat penting tidak hanya bagi pelaku UMKM, tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Produk halal saat ini memiliki potensi pasar yang sangat besar, baik di Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia, maupun negara-negara lain, seperti Korea Selatan yang tidak memiliki mayoritas penduduk muslim, namun telah mendukung pengembangan produk halal dengan baik sehingga menjadi produk idaman masyarakat di dunia.

BACA JUGA :  BI NTB Pamerkan Produk Unggulan UMKM NTB dalam KKI 2020

“Produk halal bukan lagi sebagai sebuah persoalan agama Islam saja, tetapi juga untuk semua agama dan masyarakat yang sudah mulai memahami arti dari label halal yang memberikan rasa lega, aman, dan nyaman dalam mengonsumsi sebuah produk,” kata Zaidi Abdad.

Ia menyebut bahwa guna memanfaatkan peluang ini, Kemenag RI sudah menyiapkan program penggratisan sertifikat halal dengan menargetkan 10 juta produk bersertifikat halal pada tahun 2022. Di mana sebanyak 325.000 produk lokal Indonesia pada tahun 2021 telah memiliki sertifikat halal.

”Kita berharap produk-produk dari UMKM NTB juga bisa mendapatkan sertifikat halal tersebut,” katanya.

Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji menyampaikan bahwa ekonomi syariah (Eksyar) saat ini telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang di dorong oleh beberapa faktor, utamanya karena negara-negara Organization of the Islamic Conference(OIC) mulai memfokuskan pengembangan pasar produk halal dan nilai-nilai etika Islam yang mendasari praktik bisnis, serta halal lifestyle mulai banyak diterapkan.

BACA JUGA :  Klaster Cabai di Lotim Gunakan Teknologi Digital Farming

“Tanpa adanya perubahan perilaku kita terhadap konsumsi produk halal, maka hal tersebut akan menghambat pengembangan pasar halal maupun halal food di Indonesia,” kata Heru Saptaji.

Menurut Heru, saat ini halal life style sudah sedemikian masif berkembang. Di mana faktanya banyak tamu atau wisatawan yang datang ke daerah pasti menanyakan ketersediaan hotel syariah maupun makanan halal. Sebagian besar dari mereka juga berkeinginan untuk melihat langsung proses produksi produk makanan maupun produk lokal NTB lainnya yang berlabel halal.

“Ketika peluang ini dapat kita tangkap dan respon dengan baik, maka disitulah kesempatan para tamu dan wisatawan akan memberikan spending yang banyak,” kata Heru. (luk)