Bank Indonesia Dorong Optimisme dan Sinergi Dalam Pemulihan Ekonomi NTB

BI NTB
Wagub NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Area Head Bank Mandiri Mataram Sarief Dilaga.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2020  

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2020 dengan tema ‘Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi’ bertempat di Gedung Serbaguna Kpw BI NTB, Kamis (3/12). Selain diadaka secara tatap muka terbatas, gelaran PTBI Tahun 2020 juga diadakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting secara nasional.

Pelaksanaan PTBI tahun 2020 diawali dengan sambutan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan arahan Presiden RI Joko Widodo yang dilaksanakan secara virtual. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan penyerahan PSBI oleh Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah serta Anggota Komisi XI DPR RI Hj Wartiah didampingi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji.

PSBI diserahkan kepada Pondok Pesantren Al Hamidiyah Kediri Lombok Barat, Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat, Pondok Pesantren Nurul Hidayah Lombok Tengah, Pondok Pesantren Al Maarif Nurul Mujaddid Lombok Tengah dan MTs Madrasatul Qur’aniyah Sandik Lombok Barat, serta penandatanganan perjanjian kerja sama pemberian beasiswa kepada tiga universitas di Provinsi NTB, yaitu Universitas Mataram, Universitas Islam Negeri Mataram, dan Universitas Samawa.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji memaparkan materi perkembangan ekonomi terkini dan outlook 2021 Provinsi NTB. Heru menjelaskan bahwa tingkat fatalitas Covid -19 secara global cenderung terus membaik, yakni 2,32 % walaupun kasus masih meningkat. Namun demikian, penambahan kasus COVID-19 pada sejumlah negara sudah melewati fase puncak dan vaksin dengan tingkat efektivitas 90%-94% telah ditemukan. Ketiga faktor tersebut memberikan optimisme bagi kondisi perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya diproyeksikan masih mengalami kontraksi hingga 2021, saat ini diperkirakan akan tumbuh positif menjadi 5, 2% (yoy). Di tingkat nasional, arah pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan perbaikan dari kontraksi -5,35% (yoy) pada triwulan 11-2020, menjadi -3,49% (yoy) pada triwulan 111-2020.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah dengan melakukan ekspansi moneter dan akselerasi fiskal dalam bentuk burden sharing,” kata Heru.

Dijelaskan Heru, bahwa skema burden sharing ini memungkinkan Bank Indonesia untuk bersama dengan pemerintah memenuhi kebutuhan pembiayaan, terutama untuk kelompok public goods/benefit di mana pembiayaan tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak dan non-public goods/benefit untuk pembiayaan UKM/UMKM, korporasi non-UMKM, dan non-public goods lainnya.

Sejalan dengan kondisi nasional, perkonomian NTB juga membaik tercermin dari berkurangnya kontraksi pertumbuhan dari -1 ,40% (yoy) di triwulan 11-2020, menjadi -1 , 1 1 % (yoy) pada triwulan 111-2020. Secara triwulanan, perekonomian NTB tumbuh positif 3,01 % (qtq) pada triwulan 111-2020 dibandingkan triwulan sebelumnya. Diperkirakan pada triwulan IV 2020, perekonomian akan tumbuh positif pada kisaran 1% s.d. 2% (yoy) sehingga sepanjang 2020 perekonomian diprakirakan akan tumbuh positif di kisaran 0,2% s.d. 0,6% (yoy). Pada tahun 2021, ekonomi diprakirakan tumbuh sebesar 3,8% (yoy) s.d. 4,2% (yoy). Indikator terjaganya perekonomian NTB juga bisa dilihat dari inflasi NTB pada bulan Oktober 2020 masih di koridor yang baik yaitu 0,51 % (yoy), lebih rendah dibanding inflasi nasional yang sebesar 1,50% (yoy). Untuk keseluruhan tahun 2020, inflasi diprakirakan akan tumbuh di kisaran 0,4% s.d. 0,8%. Sedangkan pada tahun 2021, inflasi diprakirakan akan berada di kisaran 3±1 %.

Meski di tengah pandemi, lanjut Heru Bank Indonesia tidak henti-hentinya berinovasi dengan berbagai program strategis dan bersinergi untuk menyongsong optimisme dan mewujudkan NTB Gemilang. Dalam mewujudkan NTB Gemilang, upaya Bank Indonesia di sepanjang tahun 2020 dapat dikategorikan menjadi 5 area utama. Kelima area tersebut antara lain: Tim Pengendali Inflasi Daerah, Tim Promosi Ekonomi Daerah, Pengembangan Ekonomi Daerah Melalui Pengembangan UMKM dan Fesyar, Pengembangan Stabilitas Sistem Keuangan dan Sistem Pembayaran serta Digitalisasi di Berbagai Sektor Pembayaran Non Tunai dan Transaksi UMKM, dan Penyaluran Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB atas sinergi, peran, dan kontribusinya dalam rangka mewujudkan cita-cita NTB Gemilang dan berharap sinergi dapat terjalin semakin kuat di masa yang akan datang dalam rangka mengawal pemulihan ekonomi Provinsi NTB.

Pertemuan ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi kepada instansi mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB. Bersama Pemerintah Provinsi NTB dan stakeholders lainnya, Bank Indonesia terus melakukan sinergi dan kerjasama untuk mengawal pemulihan ekonomi ke depan dengan lebih baik lagi, khususnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi NTB yang lebih inklusif. Oleh karenanya, pada kegiatan PTBI Tahun 2020 kali ini, Bank Indonesia menghadirkan narasumber dan motivator nasional, Remaja Tampubolon untuk memberikan materi motivasi dengan tema ‘ Start Stronger 2021 : Buka Harapan Baru. (luk)

BACA JUGA :  Beras Masih Menjadi Penyumbang Inflasi Volatile Food Utama NTB