Berprestasi, Direkrut Langsung Jadi Anggota TNI

PRESTASI: Dinilai berprestasi di cabang olahraga Terung Derajat, Kurniawan (kanan), kini direkrut menjadi anggota TNI AD. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

Kurniawan, salah satu atlet tarung derajat NTB yang sukses menggondol medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (Pon) Jawa Barat, September 2016 lalu. Kini berkat prestasinya itu, dia direkrut menjadi anggota TNI AD, yang ternyata menjadi cita-citanya sejak kecil.


ABDI ZAELANAI – MATARAM


KURNIAWAN sendiri lahir dari keluarga yang cukup sederhana, buah hati dari pasangan Zainudin dan Sabariyah. Pasangan ini dikarunia 4 anak, Kurniawan adalah anak nomor dua, yang lahir pada tanggal 12 Desember 1994 di Dusun Berare, Desa Berare, Kabupaten Sumbawa.

Bagi masyarakat, Kurniawan merupakan salah satu atlet yang menyelamatkan muka NTB di PON Jabar 2016 lalu. Bahkan dengan prestasinya yang ditoreh itu, dia langsung dilirik oleh TNI untuk masuk mengikuti seleksi, dan ternyata dia lolos. Kini dia bertugas di Bandung, Jawa Barat.

[postingan number=3 tag=”features”]

“Alhamdulillah, saya bisa menjadi anggota TNI melalui jalur prestasi, karena tidak semua orang bisa dapat. Mungkin disini rejekinya, dan tentu berkat doa kedua orang tua saya,” ucapnya.

Kebahagiaan yang telah diraih selama ini, diyakini Kurniawan adalah berkat doa kedua orang tua. Karena cita-citanya sejak kecil hendak menjadi anggota TNI, tak jemu kedua orang tuanya menganjurkan untuk tetap berolah raga, agar nantinya bisa menjadi TNI.
Dia menggeluti Tarung Derajat sendiri sejak tahun 2010 silam. Rentetan prestasi telah ditorehkan, mulai dari Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Sumbawa tahun 2011, mampu meraih juara 2. Kemudian kejuaraan daerah (Kejurda) 2013 ia berhasi meraih emas, dan kejuaraan nasional (Kejurnas) di Bandung dia meraih perunggu.

Setelah meraih prestasi, dia terus rajin latihan untuk memantapkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2014, dan ternyata dia mampu meraih emas. Dengan prestasi yang ditoreh itu, kemudin dia pun mengikuti pemusatan pelatihan daerah (Pelatda) 2014 -2016.

Saat Pra PON 2015, dia juga berhasil mempersembahkan medali perak, dan di PON 2016, Kurniawan mampu mempersembahkan medali emas, sekaligus menyelamatkan muka NTB.
“Alhamdulillah apa yang saya cita-citakan berjalan mulus. Dari pengalaman waktu Kejurnas dan mampu mengamankan medali, kini bisa masuk di TNI lewat jalur prestasi,” terangnya seraya menjelaskan, dia mengikuti Cabor Tarung Derajat in mulai dari nol, sehingga ilmu bila diri yang dimiliki murni hanya Tarung Derajat saja.

Insaf dan sadar kalau dia menjadi yang terakhir diharapkan masyarakat NTB dapat menyumbang medali emas di PON Jawa Barat, Kurniawan pun bertekad untuk mempersembahkan yang terbaik bagi daerahnya tercinta.
Hasilnya, atlet berbakat ini hanya butuh waktu 5 detik saja untuk merobohkan lawannya. Dengan kemenangan itu, Kurniawan pun dinobatkan dalam sejarah, sanggup membuat para penonton takjub dan terpana. (*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid