Berdo’a dan Nikmati Panorama Alam yang Indah

Ada banyak objek wisata religi di Lombok Barat. Ada pondok pesantren, masjid yang indah hingga makam-makam keramat yang selalu ramai peziarah. Salah satunya adalah makam keramat di Pantai Cemare Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar.

 


Hery Mahardika- Giri Menang


 

Makam ini terletak di Pantai Cemare. Ini adalah makam Syeikh Sayyid Alwi Baghdadi, yang dikenal sebagai salah seorang penyebar agama Islam di Lombok dulu. Makam ini selalu ramai didatangi peziarah. Peziarah tidak hanya dari Lombok Barat, melainkan juga dari kabupaten lain. Mereka datang untuk meminta keberkahan dan keselamatan

Di Lombok Barat, pantai Cemare dikenal sebagai salah satu pantai ramai pengunjung. Adanya makam ini semakin menambah potensi wisata Cemare. Setelah berdo’a, peziarah bisa menikmati pemandangan perairan. Lokasinya tidak jauh dari pelabuhan penyeberangan Lembar.

Menurut warga, makam ini sudah berumur ratusan tahun. Konon, Sayyid menyebarkan agama Islam dengan cara berkeliling pulau Lombok. Terakhir ia tinggal di Lembar dan meninggal dunia di sini.

Makam ini cukup sulit ditempuh. Ada dua jalur menuju makam masing-masing jalur air dan jalur darat. Jalur air, peziarah membutuhkan jasa perahu dari 30 menit. Pernah ada kejadian perahu peziarah terbalik karena gelombang.

Kedua lewat jalur darat. Peziarah akan melewati pemukiman warga dengan jarak tempuh sekitar 2 kilometer dari jembatan Cemare. Kendaraan tidak bisa sampai ke komplek makam. Peziarah harus jalan kaki. Jika pun menggunakan sepeda motor, peziarah akan berhadapan dengan pasir pantai yang akan memperlambat jalannya kendaraan. Itu kalau air tidak sedang pasang. Kalau pasang, maka praktis kendaraan maupun pejalan kaki tidak bisa ke makam lewat jalur darat.

Sulitnya medan tidak menyurutkan peziarah untuk datang. Kelelahan mereka terobati setelah bisa khusu’ berdo’a lalu setelah itu bisa menikmati pemandangan.

Meski ramai, fasilitas makam ini memprihatinkan. Kebersihan komplek makam tidak terjaga. Yang paling memprihatinkan tentu saja sarana menuju makam. Makam Cemare tidak sama dengan makam-makam lain yang fasilitasnya memadai seperti makam Kuranji maupun makam Batulayar. Penjaga makam, Adi, mengakui minimnya perhatian pemerintah daerah. Dulu pernah Dinas Pariwisata menjanjikan berugaq dan merenovasi musola. “ Tapi saat ini tidak ada ceritanya lagi,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian yang sama seperti perhatian terhadap makam-makam yang menjadi objek wisata religi lainnya.(*)

BACA JUGA :  Pelebaran Jalan Pusuk Sembalun Ganggu Pengendara