Belasan Tahun Tidur di Gubuk Reyot, Amaq Ismail Harap Bisa Tidur Nyaman

PERBAIKI: Pengurus Barnas PD Lombok Utara bersama Amaq Ismail yang tengah bergotong royong memperbaiki rumahnya (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

Barisan Nasional Pemuda Desa (Barnas PD) Lombok Utara membuat program terbaru on the spot “Sosial Responsibility BAITY JANNATY”. Program sosial ini menyasar keluarga Amaq Ismail di Dusun Aur Kuning Desa Sesait Kecamatan Kayangan untuk membantu memperbaiki rumah reyotnya.


HERY MAHARDIKA – TANJUNG


MEMBANGUN keluarga memang penuh cobaan dan tantangan, terlebih impian mewujudkan keluarga mapan atau serba berkecukupan. Inilah yang dialami oleh Amaq Ismail, 58 tahun. Bapak 4 orang anak ini sejak awal menikah berharap bisa membangun rumah yang cukup layak untuk dihuni, terlebih jika sudah memiliki anak. Inilah komitmen awal Amaq Ismail bersama Istrinya Nurhayati, 40 tahun pada saat pernikahan.

Amaq Ismail sejak awal bersama istrinya mengais rezeki sebagai buruh membuat batu bata merah dengan penghasilan seadanya. Penghasilannya tidak menentu karena tergantung pesanan dari pemilik tanah. “Tanah yang saya miliki hanya sekedar  bisa ditempati untuk membangun rumah kecil. Hanya 1 are tanah yang saya miliki,” ungkapnya ketika ditemui di rumahnya, Minggu (19/03).

[postingan number=3 tag=”features”]

Amaq Ismail hidup berkeluarga dengan 4 orang anak, anak pertama Sri Ulandari, 16 tahun sekarang duduk di kelas 1 MTS Al-Ikhwan. Sejak kecil Sri Ulandari terbiasa dibawa kerja orang tuanya sehingga saat masuk sekolah dasar (SD) pernah tidak naik kelas karena harus ikut membantu ibu bapaknya membuat batu bata. “Kadang-kadang kami harus menginap di tempat kerja jika pesanan pembuatan batu bata merah jauh dari rumah atau tempat tinggal kami,” tuturnya.

Sedangkan anak keduanya Anis Roga, 12 Tahun kelas 6 SD juga terlihat membatu bapaknya mengais rezeki di jalan berharap mendapat imbalan dengan memperbaiki badan jalan yang rusak atau tertimbun tanah. Anak ketiga Batni Hantini, 10 tahun duduk di kelas 4 Sekolah Dasar sedangkan anak ke 4 Christian Ronaldo baru berumur 3 tahun.

Keberadaan anak-anak yang masih relatif kecil membuat Amaq Ismail bekerja keras banting tulang tidak peduli siang dan malam yang penting anak-anak bisa makan dan sedikit demi sedikit kalau ada rezeki bisa ditabung untuk buat rumah. “Dan alhamdulillah saya baru bisa membeli kayu bahan atas rumah setelah 18 tahun menikah dengan Nurhayati,” katanya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Dusun Aur Kuning Ahmad Subhan Hadi. Ia menuturkan bahwa selama ini Amaq Ismail bekerja tidak menentu. Kadang membuat batu bata merah dan kalau tidak ada pesanan maka waktunya dimanfaatkan sebagai buruh tani atau buruh jalanan dengan memperbaiki badan jalan yang rusak. “Sehingga kami warga masyarakat Dusun Aur Kuning sangat bersyukur dengan adanya inisiatif organisasi Barisan Nasional Pemuda Desa (BARNAS PD) yang bersedia menggalang dana untuk membantu memperbaiki rumahnya yang tinggal menunggu waktu yang tidak lama. Jika musim hujan yang disertai angin kencang dan badai kita khawatir tidak saja menelan korban materil bahkan bisa jadi korban jiwa, tutur kadus aur kuning yang masih muda dan energik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Barnas PD Lombok Utara Hamdan Wadi menjelaskan, apa yang dilakukan oleh organisasi Barnas PD merupakan bagian dari program Barnas PD On The Spot “Sosial Responsibility Baity Jannaty”. “Dan alhamdulillah pembangunan rumah Amaq Ismail adalah prioritas pertama yang kami bangun,” terangnya di lokasi.

Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada setiap keluarga yang memang menurut indikator yang dipakai layak untuk dibantu.  Ada beberapa indikator  dalam penentuan skala prioritas pembangunan yaitu tingkat ekonominya, luas lahan pekarangannnya, lapangan pekerjaan, jumlah anggota keluarga dan ketersediaan bahan.  “Memang berdasarkan hasil survei tim yang kami buat ada 7 rumah yang menjadi sasaran target untuk segera dibantu dan semuanya mudah-mudahan bisa terlaksana segera tergantung hasil pengumpulan dana dari masyarakat sekitar dan para donatur dari luar,” tandasnya.

Memang konsep pelaksanaan program Baity Jannaty Barnas PD ini adalah dengan membangun semangat gotong royong dan memupuk rasa kepeduliaan dari warga sekitar terhadap persoalan sosial maupun ekonomi yang dialami oleh tetangga atau warga setempat. Dan untuk tahap awal ini dana yang berhasil dikumpulkan oleh tim Barnas PD On The Spot “Sosial Responsibility Baity Jannaty” baru sebesar Rp 3.275.000.

Koordinator Pelaksana Pembangunan Rizalhadi menyebutkan, rencana pembangunan rumah layak huni Baity Jannaty Barnas PD dengan ukuran 3 x 7 meter dengan 2 kamar tidur berukuran 2,3 x 3 meter dan 1 kamar tengah ukuran 2 x 3 meter.  Sehingga diperkirakan dana yang dibutuhkan sebesar 11 juta. Dana tersebut tidak terhitung ongkos tukang karena khusus untuk tukang kami bersepakat menggunakan tukang-tukang bangunan yang terdaftar sebagai anggota Barnas PD.

Ia berharap segera mendapat respon dari semua pihak yang peduli dan memiliki empati dalam membantu setiap orang yang memang kurang mampu dan beruntung secara ekonomi. “Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari pak bupati Najmul Akhyar. Kami berharap suport ini bisa diikuti jajarannya. Jika pun ada yang berkontribusi, saya mempersilahkan hubungi kami 087864978283 dan 082340217779 atau via Watsapp akun facebook Barnas PD group,” pungkasnya. (*)