Bawa Banyak Tuntutan, Warga Demo

GIRI MENANG- Puluhan warga yang tergabung dalam Advokasi Masyarakat Sipil (ARSIP) Lombok Barat berdemo di kantor Bupati Lombok Barat di Giri Menang kemarin. Aksi berjalan damai. ARSIP membawa banyak tuntutan. Mereka menyampaikannya secara langsung di hadapan Bupati H. Fauzan Khalid. Diantara yang mereka sorot adalah proses mutasi pejabat Pemkab beberapa waktu lalu. Mereka juga meminta para kepala SKPD bekerja maksimal.

Demo dimulai sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka berorasi di depan pintu gerbang kantor bupati dan diamankan oleh aparat kepolisian dan Pol PP. Koordinator demo, Hamzat Nawawi dalam orasinya meminta diizinkan bertemu dengan bupati. Beberapa saat kemudian, perwakilan pendemo diizinkan masuk. Mereka sempat kecewa karena diarahkan bertemu dengan Sekda di ruang kerjanya. Karena mereka mendesak, akhirnya Bupati H. Fauzan Khalid hadir di ruang Sekda menerima mereka.

Hamzat menyampaikan sejumlah tuntutan. Diantara yang disorot adalah proses mutasi yang dilakukan bupati sebelumnya. Ia menilai ada sejumlah pejabat yang tidak layak menunduduki jabatan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan lain-lain. Ini yang kata Hamzat menyebabkan SKPD tidak bisa bekerja dengan maksimal.

BACA JUGA :  Warga Labuhan Tereng Tagih Janji Pemkab

Setelah bicara soal mutasi, Hamzat ganti topik ke pemilihan wakil bupati. Ia berharap yang terpilih adalah calon yang baik. Ia juga menginginkan kepala daerah tidak takut ditekan oleh pihak-pihak tertentu yang selama ini memaksakan kehendak politiknya. “ Kami semua siap membela Pak Bupati apabila ada tekanan-tekanan,” tegasnya.

Pendemo juga menyoroti kinerja SKPD. Karena ada juga perwakilan DPRD Lombok Barat, Hj. Nurhidayah, pendemo juga mengingatkan para wakil rakyat serius bekerja memperjuangkan aspirasi masyarakat. “ Dewan harus serius memikirkan rakyat,” ungkapnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati H. Fauzan Khalid memberikan jawaban. Terkait mutasi, Fauzan menyampaikan bahwa prosesnya sudah sesuai mekanisme. Secara formal juga sudah diamini Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Jika memang ada masalah, tentu akan ada teguran dari KASN.

Soal pemilihan Wabup, Fauzan menegaskan tidak punya kewenangan dalam proses pemilihan. Yang akan memilih Wabup adalah anggota dewan. Khusus soal kinerja SKPD, ia mengatakan tetap melakukan evaluasi secara berkala. “ Terima kasih masukannya,” ungkapnya.

Setelah sekitar 1 jam, pendemo membubarkan diri dengan tertib.(flo)