Bau Nyale, Pria Ini Tewas Dibantai

Bau Nyale
TEWAS: Mansur, 40 tahun, warga Otak Dese Desa Puyung Kecamatan Pujut tewas setelah dibacok sekelompok orang tak dikenal. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Nasib tragis menimpa Mansur, 40 tahun, warga Dusun Otak Dese Desa Puyung Kecamatan Jonggat.

Niatnya bersama keluarga untuk bau nyale (menangkap cacing laut) berbuah petaka. Ia tewas setelah dibantai sekelompok orang tak dikenal di Pantai Seger Desa Kuta Kecamatan Pujut, Rabu (7/3) dini hari. Kematian Mansur berawal dari niatnya bau nyale bersama istri tercintanya Hartini.

Seperti warga lainnya, Mansur kemudian mendirikan tenda di tengah kerumunan orang di ujung selatan pantai Seger. Tengah malam, tendanya kemudian beberapa kali disirami pasir sekelompok orang tak dikenal. Mansur kemudian keluar tenda dan menanyakan maksud orang tersebut menyirami tendanya.

Namun, sikap pemberani Mansur berujung maut. Orang yang dimaksudkannya tak menerima tuduhan Mansur. Sehingga terjadi ceccok antarkeduanya. Kawanan orang yang bertengkar kemudian mengerumuni Mansur. Sejurus kemudian, orang yang diajak bertengkar Mansur kalap mata. Tiba-tiba, orang itu mengeluarkan sebilah senjata tajam dan menghujamkan ke dada Mansur. 

Mansur memekik kesakitan. Darah segar mengucur keluar. Ia berteriak minta tolong kepada kerumunan warga di sekitarnya. Tapi tak dipedulikan. Dalam kondisi kesakitan, Mansur mencoba lari keluar dari kerumunan kelompok orang yang mengeroyoknya. Namun, akibat luka di dadanya. Ia tak kuat menyelamatkan diri. Ia terhuyung sebelum kemudian terjerembab jatuh ke pasir.

Di tengah kejadian itu, sekelompok orang itu bukan mengampuninya. Malah, mereka kembali mengejarnya dan membantainya. Akibatnya, Mansur mengalami sejumlah luka bacok di bagian tubuhnya. Di dadanya, kepala atas depan sebelah kiri, dan tangan kirinya. Tak mampu menahan sakit, Mansur akhirnya jatuh bersimbah darah.

Setelah menyadari adanya perkelahian, barulah kerumunan warga tersentak sadar. Mansur kemudian dievakuasi ke Puskesmas Kuta untuk mendapatkan perawatan medis. Sayang, nyawa pria yang kemudian diketahui sebagai montir itu tak bisa diselematkan.

Polisi sendiri masih kewalahan mengungkap kasus pembunuhan ini. Sebab, begitu banyak kerumunan massa sehingga sulit mendeteksi pelakunya. “Kita masih kejar pelakunya. Kita juga masih kesulitan mendeteksi karena kondisi waktu kejadian dijejali ribuan orang,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang, Rabu kemarin (7/3).

Rafles juga mengaku, pihaknya masih mendalami kasus itu dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi. Termasuk istri korban. Cuma saja, istri korban belum bisa dimintai keterangan terlalu jauh karena kondisinya yang masih trauma dengan peristiwa yang menimpa suaminya.

Perwira balok tiga ini juga mengaku, belum berani memastikan motif pembunuhan berdarah dingin itu. Ia juga tidak berani berspekulasi jika kasus penganiyayan itu disebabkan karena para pelaku terpengaruh minuman beralkohol. Karena sampai dengan saat ini, pihaknya belum bisa mendapatkan para pelaku itu. “Kita masih dalami dulu,’’ tambahnya.

Untuk mayat korban, pihak keluarga sudah membawa dan memakamkannya kemarin. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut