Baru Sehari Menjabat, Kepala SMAN I Praya Barat Dipindah

AKSI: Para wali murid beserta komite SMAN I Praya Barat saat melakukan aksi menggembok gerbang sekolah, Rabu (14/6). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA– Mutasi kepala sekolah (kepsek) lingkup SMA dan SMK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menuai polemik karena terkesan amburadur. Setelah sebelumnya muncul aksi demonstrasi atas dipindahnya Kepala SMAN 1 Praya Barat, Khairil Anwar menjadi guru di SMAN 2 Praya. Kini beredar SK pengangkatan kepsek yang baru lagi.

Di mana sebelumnya, Khairil Anwar digantikan oleh Awaluddin, namun jabatan Awaludin justeru hanya sehari saja. Sebelum Awaluddin melakukan serah terima jabatan (sertijab) dengan Khairil Anwar, Awaluddin sudah dipindah lagi menjadi Kepala SMKN 2 Pujut. Awaluddin kini digantikan oleh H Sahnam untuk menjadi Kepala SMAN I Praya Barat yang sebelumnya menjadi Kepala SMAN 3 Praya.

Khairil Anwar yang merupakan mantan kepala SMAN 1 Praya Barat mengaku bingung dengan kebijakan Dikbud Provinsi NTB. Padahal, ia belum saja serah terima jabatan dengan kepsek yang baru. ‘’Semua orang bingung karena Awaluddin belum datang di SMAN I Praya Barat tapi dipindah lagi, kemarin ada pelantikan dan hari ini juga ada pelantikan. Yang dilantik hari ini merupakan yang dilantik kemarin (dengan jabatan baru, red),” sesal Khairil Anwar kepada Radar Lombok, Kamis (15/6).

Baca Juga :  298 Pejabat Eselon III dan IV di Loteng Ikuti Asessment

Di satu sisi pihaknya mengaku kalaupun ada aksi terkait dirinya yang dipindah, itu merupakan bagian penilaian secara objektif yang dilakukan masyarakat atau wali siswa. Pasalnya, masyarakat setiap hari melakukan pengawasan, sehingga jika masyarakat menilai kepemimpinannya salah maka tentu masyarakat juga melakukan protes. “Tetapi kemarin faktanya (mendukung kepemimpinannya, red)  itu murni gerakan sepontan masyarakat, tidak ada yang membumbui dan memengaruhi,” tambahnya.

Khairil juga tidak mengetahui dan tidak mempertanyakan alasan dipindahnya dari kepsek menjadi guru biasa. Padahal dari nilai evaluasi hasil kerja sudah bagus, namun pihaknya menduga ada isu atau fitnah yang dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Tapi seharusnya kalau ada isu, maka turun ke kami yang bersangkutan dan turun ke masyarakat. Karena sekolah bukan hanya milik pemerintah, guru dan murid tapi milik masyarakat juga,” cetusnya.

Baca Juga :  Delapan Perempuan dan 20 Lelaki Diamankan

Khairil mengklaim, selama ia memimpin SMAN I Praya Barat, ia menilai kondisi sekolah sangat kondusif. Padahal dulu sebelum dirinya menjabat tidak jarang perkelahian antar pelajar dan berimbas kepada konflik masyarakat sering terjadi. “Setelah saya bertugas disana (SMAN I Praya Barat) tidak pernah terjadi apapun. Karena saya ikut bertanggung jawab apapun program pemerintah dalam memajukan pariwisata di NTB,” katanya.

Bahkan, pihaknya mengaku sangat ekstra menjaga keamanan di SMAN I Praya Barat, terlebih menurutnya itu merupakan bagian untuk ikut menjaga kondusivitas pariwisata. Mengingat lokasi SMAN I Praya barat dianggap lokasi paling strategis dilalui. “Sehingga karena lokasinya strategis maka satu saja anak yang bertengkar bisa menjadi viral. Tapi alhamdulilah tidak pernah terjadi karena saya lakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat dan berbagai stakeholder terkait,” klaimnya. (met)

Komentar Anda