Bara TPST Trawangan Belum Padam, Tamu Hotel Keluhkan Asap

PEMADAMAN: Petugas saat berupaya memadamkan api di lokasi kebakaran Gili Trawangan, Minggu (23/7). (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Kebakaran tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, KLU hingga Minggu (23/7) belum sepenuhnya padam. Padahal kebakaran terjadi sejak Jumat (21/7) sekitar pukul 15.00 WITA.

“Sampai saat ini teman-teman masih melakukan pemadaman bara-bara yang masih ada. Tetapi kalau api nyalanya sudah tidak ada,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) KLU Suhardi, Minggu (23/7).

Api lanjutnya, sudah tidak lagi menyala setelah semua sampah yang ada di lahan tersebut terbakar. Hanya bara. Dan untuk mencegah kebakaran meluas pihaknya cukup kewalahan. Pasalnya alat pemadam yang ada sangat terbatas. Ditambah lagi sumber mata air jauh dari lokasi kebakaran. “Makanya yang kita lakukan kemarin mencegah jangan sampai kebakarannya menyebar ke mana-mana (luar TPST),” bebernya.

Baca Juga :  Pemda KLU Menandatangani MoU dengan PN Mataram

Dan pihaknya beruntung kebakaran hanya terjadi di tumpukan sampah, sehingga tidak ada kerugian secara materil. Begitu juga korban jiwa. “Dampaknya hanya asap yang menyebar ke mana-mana. Termasuk ke hotel-hotel atau home stay yang ada. Tamu-tamu itu banyak protes,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, hingga kini belum bisa dipastikan. Informasi yang diterima dipicu oleh gas metana yang dihasilkan sampah. Hanya saja itu belum dapat dipastikan. “Begitu juga soal apakah ada yang membakar sampah di sana kita belum tahu sampai sekarang,” jelasnya.

Yang terpenting saat ini kata Suhardi adalah bagaimana mencegah tidak ada lagi kebakaran. Ini semua jelasnya menuntut peran serta masyarakat. Salah satunya dengan tidak membakar sampah sembarangan. Terlebih saat musim kemarau saat ini yang disertai dengan angin kencang. “Jadi perlu kesadaran dari masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kekeringan Meluas, Permintaan Air Meningkat

Kapolsek Pemenang AKP Lalu Eka Mardiwinata mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan cek TKP di lokasi kebakaran dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memadamkan api bersama masyarakat. Adapun luas lokasi kebakaran kata Eka sekitar 20 are. “Mengingat angin yang cukup kencang dan tumpukan sampah yang cukup tinggi maka sampai saat ini api terpantau masih mengeluarkan asap tebal di TKP dan merembet ke lahan kosong yang ada di sekitar,” bebernya.

Mantan Kanit Jatanras Polda NTB ini menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sementara untuk kerugian materil pihaknya belum bisa memastikan. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan termasuk untuk mengetahui penyebab kebakaran,” pungkasnya. (der)

Komentar Anda