Bappenda NTB Gandeng Pertamina Patra Niaga Optimalkan Penerimaan PBBKB

Bappenda NTB bersama Pertamina dan Agen Resmi Luncurkan BBM Industri di Teluk Awang

Kepala Bappenda NTB Hj Eva Dewiyani bersama perwakilan Pertamina Patra Niaga dan Direktur PT Yamato Sinergi Line, Benny, saat peluncuran penyaluran BBM Industri BBM Industri di Teluk Awang.

PRAYA – Guna mengoptimalkan pendapatan asli daerah dari sektor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi NTB Hj Eva Dewiyani, bersama PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyaluran perdana bahan bakar minyak (BBM) industri kepada konsumen perikanan di PPN Teluk Awang, Lombok Tengah, Rabu (17/5).

Sebelumnya disinyalir terdapat beberapa potensi kebocoran pendapatan daerah dari sektor PBBKB, seperti penggunaan BBM bersubsidi serta pembelian BBM dari luar daerah. Sehingga  potensi kebocoran ini mengakibatkan penerimaan PBBKB menjadi tidak maksimal.

“Kami ingin seluruh pihak yang hidup dan bekerja di NTB juga berkontribusi untuk pembangunan di daerah ini. Jangan sampai berkehidupan dan mencari usaha di NTB, tapi justeru daerah lain yang mendapatkan keuntungan,” ungkap Hj Eva Dewiyani pada saat kunjungan kerjanya di Teluk Awang.

Baca Juga :  Januari, Penjualan Kendaraan Bermotor Masih Lesu

Eva menjelaskan, bahwa potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) mencapai 18 persen. Kapal-kapal nelayan yang juga berbahan bakar minyak, tentu membayar pajak kepada daerah. Pada tahun 2022 lalu, Bappenda NTB berhasil merealisasikan PBBKB mencapai 100 persen lebih.

“Kami mengharapkan setiap tahun dapat memenuhi target realisasi dari obyek pajak PBBKB,” harapnya.

Eva menyebut bahwa Bappenda NTB menargetkan agar realiasi PAD dari PBBKB mencapai Rp487 miliar lebih pada akhir tahun 2023. Hingga April 2023 ini telah mampu direalisasikan sebesar 30 persen dari total target tahun 2023.

“Kami mengharapkan kolaborasi dari berbagai pihak, terutama Yamato dapat membantu Bappenda NTB untuk melampaui target PAD,” harapnya.

Rendy, selaku SBM Industri mengatakan, penyaluran BBM industri merupakan program kolaborasi strategis tim pemantauan dan penertiban pengguna BBM, yakni Bappenda NTB, Pertamina Patra Niaga dan  Syahbandar. Dengan dilaksanakan penyaluran perdana BBM Industri resmi kepada customer perikanan oleh agen penyalur PT Yamato Sinergi Lines, diharapkan seluruh aktivitas terkait kebutuhan BBM Industri untuk usaha perikanan di Teluk Awang dan sekitarnya dapat melakukan penebusan BBM kepada agen penyalur resmi PT Pertamina Patra Niaga.

Baca Juga :  Bebaskan Denda dan Pokok PKB di Atas 5 Tahun

Sementara itu, Direktur PT Yamato Sinergi Line, Benny mengatakan, telah berusaha maksimal untuk menyalurkan BBM resmi secara berkelanjutan.  Benny pun berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bappenda NTB dan Pertamina dalam penyaluran BBM tersebut.

“Kami mengharapkan agar Bappenda NTB dapat membantu mengawasi,” pintanya. (luk)

 

Komentar Anda