Banyak Pejabat Mataram Ajukan Pindah, Ada Apa?

MATARAM — Pilkada Kota Mataram telah lama usai, dan pemenangnya juga tinggal menunggu hari untuk dilantik. Namun ternyata, dinamikanya masih terus bergulir. Terutama tentang sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang panas dingin mensikapi pemenang Pilkada. Pasalnya, mereka khawatir tidak lagi menempati jabatannya saat ini, sehingga memutuskan untuk mengajukan surat pindah ke daerah lainnya di NTB.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Mataram, Dr H Effendi Eko Saswito, mengakui ada sejumlah ASN yang mengajukan pindah tugas. “Tapi baru ada dua orang yang proses. Itu mengajukan pindah tugas ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB,” ujar Eko, saat dikonfirmasi di ruang kerja di Mataram, Senin (22/2).

Tentang banyaknya pejabat yang mengajukan pindah. Eko mengatakan tidak mengetahui secara pasti. Karena isu yang berkembang di lingkup Pemkot Mataram, banyak pejabat yang sudah mengajukan perpindahan tugas dari Kota Mataram. “Tidak ada itu. Kita sekarang memproses kepindahan dua orang saja,” sebutnya.

Sedikit dikuliknya, ke dua ASN yang mengajukan pindah ini adalah pejabat setingkat eselon III di Kota Mataram. Ke duanya mengajukan pindah ke Pemprov NTB. Desas-desus yang berkembang, ke dua ASN ini adalah atu pejabat sekretaris di salah satu dinas di Kota Mataram, dan satunya lagi adalah Camat. “Dua orang itu setara eselon tiga. Lagi kita urus persyaratannya,” ungkapnya.

Permohonan ke dua pejabat tersebut, sejauh ini kata Eko belum disetujui oleh Pemprov NTB. Pindah tidaknya ke dua pejabat tersebut, tergantung persetujuan dari Pemprov NTB. “Persetujuannya tergantung provinsi, apakah menerima atau tidak. Kan cukup banyak persyaratannya. Itu tergantung Pemprov NTB nanti kalau tentang pindahnya,” terangnya.

Alasannya, karena Kota Mataram dinilai tidak memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi ASN yang ingin mengembangkan diri. Padahal menurutnya, kesempatan tetap diberikan untuk mengembangkan karir. “Kebetulan masih muda dan memiliki potensi untuk berkiprah lebih luas lagi. Ya kami mendukung. Prinsipnya kami tetap memberikan kesempatan dalam mengembangkan karir,” terangnya.

Tentang situasi seperti saat ini, setelah pelaksanaan Pilkada. Fenomena banyak ASN yang mengajukan pindah kerap terjadi. Untuk di Kota Mataram, Eko mengaku tidak sependapat. Pengajuan pindah tersebut tidak ada kaitannya dengan pilkada. “Saya tidak melihat ini karena persoalan Pilkada. Tapi yang bersangkutan memiliki keinginan untuk mengembangkan diri dan berkarir. Kita siap saja mendukung,” jelasnya.

Sementara Asisten III Setda Kota Mataram, Hj Baiq Evi Ganevia juga mengatakan tidak banyak ASN yang mengajukan pindah. “Tapi memang ada yang sudah kita proses kepindahannya, karena sudah mengajukan,” katanya. (gal)