Bangkitkan Pariwisata NTB, Kemenpar Gelar B2B di Batam

Pariwisata NTB
B2B BATAM : Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar RI, Sudaryana, dan Kepala Disbudpar Batam, Ardi Winata, didampingi Ketua Asita NTB, Ketua Astindo NTB dan Ketua Asita Kepri, memukul gong sebagai tanda dibukanya kegiatan B2B pelaku usaha wisata NTB dan Batam, Rabu (31/10). (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

BATAM – Upaya membangkitkan kembali sektor kepariwisataan di Provinsi NTB, pascagempa di Lombok, 5 Agustus 2018 lalu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, melalui Tourism Crisis Center (TCC) Lombok Bangkit, atau Tim Kerja Pemulihan Destinasi dan Promosi Pariwisata Pascagempa Lombok, menggelar pertemuan antara 20 industri jasa pariwisata (Tour Agent dan Tour Operator) di Lombok, dengan 100 industri jasa pariwisata di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu kemarin (31/10).

“Kegiatan business to business (B2B) yang dikemas melalui Table Top dan Gala Dinner NTB Bangkit ini, dihajatkan dapat membangkitkan kembali sektor kepariwisataan NTB, pascagempa yang melanda Lombok dan sekitarnya beberapa waktu lalu,” kata Kasubid Pemasaran Area II Regional III, Kemenpar RI, Sudaryana, dalam sambutan pembukaan yang berlangsung di The Hills Hotel, Kota Batam.

Dijelaskan, tim ini melakukan upaya dan kegiatan baik dalam bentuk pendataan 3A seperti atraksi, aksesibilitas, dan amenitas, kemudian pemulihan psikologis melalui kegiatan trauma healing, serta promosi destinasi wisata yang tidak terdampak.

“Untuk promosi destinasi wisata tidak terdampak, telah dilakukan dalam bentuk famtrip atau perjalanan pengenalan atraksi wisata dengan mendatangkan industri, korporasi dan media dari 7 kota pasar utama Lombok untuk berkunjungi ke destinasi wisata alternatif yang tidak terdampak. Seperti kunjungan ke Kawasan Ekonom Khusus (KEK) Mandalika, Sekotong (Gili Nangu, Gili Sudak, Gili Kedis), sebagian Senggigi dan Kota Mataram,” jelas Sudaryana.

Sementara kegiatan Table Top dan Gala Dinner di Batam ini sambungnya, dilaksanakan dengan harapan pemulihan pariwisata di Lombok dan sekitarnya dapat dipercepat, utamanya melibatkan industri jasa pariwisata yang terdiri dari berbagai asosiasi seperti ASITA, ASTINDO, PHRI, INCCA, ITDC Mandalika, dan Akademisi, termasuk Media di Lombok. “Diharapkan melalui kegiatan di Batam ini, industri jasa pariwisata di Lombok dapat memanfaatkan peluang untuk memperluas networking (jejaring), khususnya dalam menjual paket-paket wisata Lombok,” harap Sudaryana.

Sementara Ketua TCC NTB Bangkit, atau Tim Kerja Pemulihan Destinasi dan Promosi Pariwisata NTB, Dr. Farid Said mengatakan, bahwa Tim TCC NTB Bangkit telah mengusulkan berbagai kegiatan baik pemulihan destinasi maupun promosi untuk percepatan pemulihan pariwisata NTB pascagempa.

Menurutnya, Program TCC NTB Bangkit terus bergulir dengan berbagai program yang sudah dan sedang akan berlangsung. Diantaranya adalah Roadshow dan Table Top ke 5 provinsi yang merupakan pasar utama wisatawan ke Lombok, yakni Yogyakarta, DKI Jakarta, Bandung, dan pasar baru seperti Batam dan Banjarmasin.

“Tujuannya adalah untuk mempertemukan para seller (penjual) dari NTB dan (buyer), termasuk korporasi dari 5 kota provinsi tujuan, agar mau menjual kembali daya tarik wisata Lombok dan Sumbawa yang eksotik, khususnya KEK Mandalika sebagai destinasi strategis prioritas Nasional kebanggaan dunia Internasional,” ujar Farid.

Selain pasar domestik lanjutnya, pasar utama luar negeri juga menjadi sasaran sales mission para pelaku jasa usaha wisata NTB. “Mengikut sertakan kurang lebih 50 industri pariwisata di NTB, kita juga melakukan sales mission ke Singapura, Malaysia dan Thailand, sebagai pasar utama pariwisaya NTB. Bahkan saat ini saya sedang berada di 2 kota utama di Inggris, yakni Manchester dan London, untuk mengikuti sales mission bersama 125 tour operator dari Inggris. Selain juga melakukan presentase tentang NTB recovering, untuk meyakinkan kepada para pelaku pariwisata di Inggris, bahwa Lombok dan Sumbawa siap menerima tamu dari Inggris,” jelas Farid.

“Dan hari ini, kami menginisiasi pertemuan industri di Lombok dengan industri di Batam, juga untuk menciptakan peluang-peluang baru dengan menjual pariwisata Lombok keluar daerah. Karena Kota Batam sediri merupakan kota persinggahan, destinasi belanja, sekaligus sebagai pasar pintu masuk Wisman yang cukup besar, utamanya asal Singapura dan Malaysia,” beber Farid.

Apresiasi dan penghargaan juga disampaikan PLT Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata, atas dipilihnya Kota Batam sebagai tujuan promosi pariwisata NTB pascagempa. “Kegiatan ini sangat tepat dilakukan di Kota Batam. Karena pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, Batam banyak dikunjungi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Per tahun wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam mencapai 1,2 juta, utamanya wisatawan asal Singapura dan Malaysia,” jelasnya.

Melihat potensi dari sektor pariwisata ini lanjutnya, Kota Batam yang awalnya fokus sebagai kota industri dan jasa, kini juga terus berbenah. “Kami, Pemerintah Kota Batam terus meningkatkan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan-jalan diperlebar, keindahan kota dipercantik, menggali atraksi-atraksi seni dan budaya, ketersediaan amenitas, dan lainnya,” papar Ardi.

Terkait promosi wisata NTB pascagempa, Ardi juga berjanji akan mengabarkan kepada masyarakat Kota Batam, bahkan kepada para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam, kalau Lombok dan Sumbawa itu saat ini sangat aman dikunjungi. “Kami juga akan menjajagi kerjasama dengan Dinas Pariwisata NTB, atau stakeholder pariwisata di NTB, untuk mempercepat recovery (pemulihan) pariwisata NTB pascagempa,” ucap Ardi.

Senada, Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Djoka, dan Ketua Astindo NTB, Sahlan, juga menyampaikan bahwa Lombok pascagempa sudah sangat aman dikunjungi oleh para wisatawan. “Lombok dari sisi kesiapan menerima kunjungan wisatawan, sudah sangat siap sekali. Berbagai fasilitas yang mengalami kerusakan karena gempa itu sangat sedikit sekali, dibandingkan dengan keberadaan destinasi yang ada di seluruh Lombok dan Sumbawa. Banyak pilihan untuk berwisata di Lombok. Jadi mari berkunjung ke Lombok,” ajak Wanto, sapaan akrab Ketua Asita NTB.

“Dampak gempa di Lombok beberapa waktu lalu, hanya sekitar 20 persen saja obyek wisata yang terdampak, khususnya di bagian utara Lombok. Sementara destinasi-destinasi wisata lainnya di Lombok sangat aman dikunjungi, mulai dari Pantai Senggigi dan Sekotong (Lombok Barat), KEK Mandalika (Lombok Tengah), Pantai Pink (Lombok Timur), dan lainnya,” singkat Sahlan, Ketua Astindo NTB. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut