Atap dan Plafon Puskesmas Pemenang Ambruk

AMBRUK: Bagian atap gedung PKM Pemenang ambruk oleh hujan disertai angin pada Minggu (10/4) (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Atap dan plafon gedung Puskesmas Pemenang ambruk  akibat hujan disertai angin kencang, Minggu sore (10/4).

Salah satu staf Puskesmas Pemenang menerangkan, ambruknya atap dan plafon itu terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Sebelumnya terdapat titik bocor lama pada plafon. Di saat terjadi cuaca ekstrem, air masuk melalui atap, kemudian merembes ke plafon. Beban berat itu membuat plafon tidak kuat dan ambruk. “Sekitar dua jam lamanya hujan, sementara angin kencang berlangsung 30 menit, konstruksi kemudian roboh,” jelasnya.

Konstruksi yang roboh adalah plafon kurang lebih 3 meter; sambungan besi CNP dengan besi konstruksi utama terlepas serta atap selebar 2 meter juga ikut terlepas.

BACA JUGA :  Kantor Pemerintahan KLU Bakal Tersebar di Lima Desa

Sementara itu, Konsultan Pengawas CV Citra Mandiri, Habir mengatakan, ambruknya atap dan plafon tersebut diduga karena talang air dipenuhi sampah daun mahoni, sehingga tersumbat dan memberi beban. Akibatnya, air meluber dan talang ambruk, berikut kerangka dan pasangan plafon ikut tertarik jatuh. “Besi gording bahannya CNP sementara rangka talang menggunakan besi holo, ya setidaknya jika tidak tersumbat tidak akan terjadi seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu BMKG sudah memberikan imbauan bahwa, curah hujan di wilayah NTB pada dasarian I April 2022 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah (0-150 mm/das) kecuali di sebagian wilayah Kabupaten Lombok Utara, sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa, dan sebagian wilayah Dompu yang berada kategori tinggi  (151-200 mm/das).

BACA JUGA :  Lima Restoran di Gili Air Ditegur Pemda

Curah Hujan tertinggi terjadi di wilayah Sambik Bangkol, Kabupaten Lombok Utara dengan jumlah curah hujan sebesar 190 mm/dasarian. Adapun pada dasarian II April 2022, hujan dengan intensitas >20 mm/dasarian diprakirakan masih berpeluang terjadi hampir di seluruh wilayah NTB dengan peluang berkisar 30 persen-80 persen. (der)