Asmarani Pamela Paganini, Musisi Muda Sasak Penuh Perestasi

Asmarani Pamela Paganini (M Haeruddin/Radar Lombok)

Nama Asmarani Pamela Paganini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Provinsi NTB, terutama di pulau Lombok. Pasalnya gadis kelahiran Praya 6 Mei 2021 tersebut kini menjadi musisi muda Sasak yang lagu ciptaannya banyak digemari masyarakat. Bahkan kini gadis tersebut sudah me-launching album solo keduanya yang diberi nama album Jantera.


ASMARANI Pamela Paganini merupakan penyanyi solo muda dengan segudang perestasi. Mahasiswi jurusan ilmu komunikasi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram ini mampu menciptakan berbagai macam karya. Kebanyakan lagu-lagu yang diciptakan lebih pada menceritakan kehidupan sehari-hari tentang perjalanan hidup, baik dari aspek sosial hingga spiritual.

Anak sulung dari pasangan I Komang Jaya Kusuma dan Desak Wayan Eka Diaksini ini memang hobi musik dari kecil. Bahkan dari Sekolah Dasar (SD) dirinya sudah mulai mengikuti les musik. Bakatnya semakin berkembang karena mendapat dukungan dari orang tua yang meski orang tua dari Asmarani Pamela Paganini bukan seorang musisi. “Memang dari kecil saya sudah senang musik, bahkan sejak SD sudah les musik dan saat SMP sudah menciptakan lagu. Saya biasa menciptakan lagu membutuhkan waktu bermacam-macam, kadang sehari bisa tapi ada juga yang sampai berbulan-bulan. Biasanya di waktu-waktu luang disempetin nulis atau latihan musik,” tutur Asmarani Pamela Paganini saat ditemui Radar Lombok di sela-sela launching album Jantera di BluaFabrica Cafe Puyung, Selasa (31/5).

BACA JUGA :  Upaya Mahasiwa UNU NTB Mengurai Penumpukan Sampah Kota Mataram

Ia mengaku berkarir sudah lama. Pada tahun 2015 memiliki album “SOMEDAY” Kidung Angen. Kemudian pada tahun 2018 album solo “Wonder” dan pada tahun 2020 Single “IYLM (If You Loce Me) dan pada tahun 2021 album solo Jantera. “Yang 2015 itu duo namanya Kidung Angen, tapi kalau solo ada dua album yakni Wonder sama Jantera. Sisa yang dua lagi cuma single,” terangnya.

Di album terbaru yakni Jentera tersebut, Asmarani Pamela Paganini memiliki sembilan lagu mulai dari Jantera, Ombak Pasang, Anomali Pertemuan, Vertikal Horizontal, Khayali, Kau Masih Canggung, Imaginary Bridge dan Hadirmu. Sementara pada album solo yang pertama ada tujuh lagu, semua lagu-lagunya lebih pada kehidupan sosial dan spiritual. “Album kedua ini semua lagu berkaitan satu dengan yang lain seperti lagu vertikal horizontal yang menceritakan bagaimana hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan Tuhan dan berbagai lagu yang lainnya mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Selain pintar menciptakan lagu dan memiliki suara merdu, Asmarani Pamela Paganini diketahui memiliki segudang perestasi. Di antaranya pada tahun 2009 mendapat juara 2 Teruna Dedare Cilik Lombok Tengah, 2012 Ketua Pasukan Patroli Keamaan Sekolah Polres Lombok Tengah, 2014 Juara 3 Vokal Grup FLS2N Tk. Provinsi , 2015 Juara 2 Lomba Cipta Lagu FLS2N Tk. Provinsi NTB dan Juara 1 Lomba Vokal Solo PT. Gerbang Emas NTB di Mataram Mall.

BACA JUGA :  Mengenal Guru Tahfidz Berprestasi Ponpes Darul Iman

Kemudian pada tahun 2016 mendapat juara 6 lomba cipta lagu keagamaan Hindu tingkat Nasional di Yogyakarta dan peserta Live Audition Rising Star Indonesia. Pada tahun 2017 mendapat juara Festival Band Akustik Zetizen di Lombok Epicentrum Mall. Tahun 2018 juara festival Band SKETSA di Lombok Epicentrum Mall dan Opening Band Fourtwnty Authenticity di Kura-Kura Family Entertainment .

Tahun  2019    mendapat juara 1 lomba karya tulis Ilmiah UKMPR STAHN Gde Pudja Mataram, pengisi acara di Mataram Jazz  di Lombok Epicentrum Mall dan pengisi acara Warna Komunikasi UNRAM. Sementara pada tahun 2021 didaulat sebagai pembicara Hari Anak Nasional GAGAS Lombok, pengisi acara International Youth Festival HI UNRAM, Juara 4 Cipta Lagu Keagamaan Hindu Tingkat Nasional UDG dan pengisi acara penutupan Utsawa Dharma Gita Bimas Hindu RI di Jakarta. “Saya berharap agar generasi muda untuk terus mengeklplorasikan bakat dan minat dalam talenta apapun dan konsisten dengan apa yang disukai dan dimiliki sekarang,” terangnya gadis yang sekarang sedang melakukan tour digital album Jantera di tiga titik pulau Lombok tersebut. (M Haeruddin – Lombok Tengah)