Aparat Diminta Proses Hukum Orang Tua Terduga Pelaku Pemukulan di Plaza

KONFERENSI PERS: Gabungan LSM yang mendampingi korban saat menggelar konferensi pers di Praya Lombok Tengah, Rabu (27/12). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA Kasus pemukulan yang menimpa Lalu Welly Viddi, warga Desa Mertak Tombok Kecamatan Praya kini berbuntut panjang. Meski terduga pelaku pemukulan berinsial BG kini sudah ditahan, namun korban masih merasa tidak puas terhadap aksi pemukulan yang terjadi di tempat hiburan Lombok Plaza Kota Mataram tersebut.

Bahkan sejumlah lembaga di Lombok Tengah yang tergabung dalam Merang Tastura juga mengecam tindakan premanisme dan statemen ayah BG inisal NK yang dianggap menantang dan sangat melukai hati masyarakat Lombok Tengah. Aparat diminta untuk menangkap juga NK dan menutup manajemen Plaza karena dianggap tidak bisa melindungi pelanggannya. Selain itu, APH juga diminta untuk menutup tempat perjudian sabung ayam yang diduga dimiliki NK karena terindikasi merupakan sumber dana bagi kuatnya premanisme di daerah wilayah Cakranegara.

Ketua LSM Gempar NTB Hamzan Halilintar mengatakan, kasus tersebut harus diselesaikan dengan proses hukum yang berlaku, supaya bisa memberikan rasa keadilan bagi korban yang telah dianiaya. Pihaknya mengecam tindakan premanisme di Cakranegara dan statemen tantangan yang dilontarkan ayah terduga pelaku penganiayaan inisial B. Selain itu, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan penutupan manejemen tempat hiburan malam tersebut. “Proses ini harus diselesaikan secara hukum sesuai dengan aturan dan kami meminta aparat menutup tempat judi sabung ayam yang diduga milik ayah BG, karena terindikasi merupakan sumber dana bagi kuatnya premanisme di daerah Cakranegara,” ungkap Hamzan Halilintar saat melakukan konferensi pers, Rabu (27/12).

Baca Juga :  Ngaku Polisi di Instagram, Siti Berhasil Tipu Korban

Seperti diketahui, sebelumnya Lalu Welly Viddi diduga dianiaya BG saat berada di tempat hiburan malam di Cakranegara pada Senin (25/12) dini hari. Kejadian itu bermula saat korban dan rekannya pergi ke tempat hiburan malam di Lombok Plaza. Saat korban ke toilet, dia dihadang dan didorong orang yang tidak dikenal sehingga sempat terjadi perkelahian, namun berhasil dilerai orang lain.

Baca Juga :  402 Botol Miras Tradisional Dimusnahkan

Lalu Welly ketika dikonfirmasi menuturkan, awal mula keributan ini bermula saat dirinya pergi ke toilet. Dia kemudian dihadang serta didorong oleh orang yang tidak dikenal sehingga sempat terjadi perkelahian, namun berhasil dilerai orang lain. Setelah itu, keributan kembali terjadi di dalam bar, namun berhasil diselesaikan. Namun, setelah itu keributan kembali terjadi di luar dan tiba-tiba korban dipukul oleh BG dalam keadaan tidak sadar. “Saya akui kondisi tidak dalam keadaan sadar dan saya dipukul hingga lebam di bagian wajah,” tuturnya.

Welly menambahkan, ia dan terduga pelaku tidak kenal dan persoalan yang terjadi bukan dengan dirinya, namun dengan orang lain. Sehingga pihaknya melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum, agar kasus ini dapat diselesaikan sesuai aturan. “Saya siap diproses sesuai hukum, jika saya bersalah dan saya minta kasus ini diselesaikan sesuai aturan,” pintanya. (met)

Komentar Anda