Antisipasi Kekurangan Kamar Saat MotoGP, Dishub Siapkan Kapal Pesiar

KAPAL PESIAR: Tampak ketika salah satu kapal pesiar sedang bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, untuk menurunkan penumpangnya yang hendak jalan-jalan di berbagai destinasi wisata di Lombok. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB ikut dibuat pusing untuk memenuhi kekurangan tempat penginapan bagi pengunjung atau penonton pada ajang balap MotoGP, yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2020 mendatang.

Untuk itu, guna mensukseskan perhelatan tersebut, pihak Dishub telah mengupayakan dua hingga tiga kapal pesiar sebagai hotel terapung. Nantinya kapal-kapal pesiar itu akan ditempatkan di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Upaya itu disampaikan Kepala Dishub Provinsi NTB, HL Mohammad Faozal, dalam waktu dekat pihaknya akan memastikan ketersediaan kapal terapung sebagai tempat penginapan pada ajang balap motor paling bergensi di dunia yang kali pertama digelar di NTB. ”Kita akan pastikan nanti besok Sabtu (hari ini, red) dengan operator kapal pesiar,” ungkapnya di Mataram, Jumat (7/1).

Mamiq Faozal sapaan akrab mantan Kepala Dinas Periwisata NTB ini menyebutkan rencananya kapal pesiar ini akan didatangkan dari Singapura. Tentunya kapal pesiar yang dalam keadaan tidak ada tamu atau kosong. Sehingga berbagai fasilitas yang ada di kapal bisa menjadi tambahan tempat penginapan untuk penonton MotoGP.

Ini harus dilakukan sambung mamiq Faozal, karena sampai saat ini data jumlah ketersediaan kamar hotel dan home stay yang sudah ready (siap) hanya sekitar 14 ribu kamar. Sedangkan kebutuhan dari terget pengunjung saat gelaran MotoGP nanti mencapai 70 ribu. Rinciannya 60 ribu orang luar, dan 10 ribu warga lokal untuk penonton MotoGP pada Maret nanti. “Dengan adanya kapal pesiar, diperkirakan aka nada tambahan sebanyak 3.000 kamar,” sebutnya.

BACA JUGA :  Pupuk Langka, Mahasiswa Demo Gubernur

Meski begitu, sambung Mamiq Faozal, kedatangan kapal pesiar tentu nanti akan disesuaikan dengan jumlah permintaan. Namun yang jelas, Pemprov dalam hal ini akan memfasilitasi pemilik kapal pesiar dengan asosiasi pariwisata, seperti Astindo dan Asita, supaya bisa menjual kamar.

”Ini masalah business to business (B to B). Kita hanya memfasilitasi. Sehingga nanti tinggal disesuaikan dengan operator kapal persiar di sini (Lombok). Bisa Asita atau Astindo untuk bicara penjualan kamarnya. Yang jelas kita sudah siapkan,” sambungnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengajak kepada seluruh Kepala OPD dilingkup Pemprov NTB untuk tetap fokus bekerja sukseskan event internasional. Terlebih dalam waktu dekat NTB jadi tuan rumah dari gelatan MotoGP. “Ini menjadi perhatian utama dalam pergelarannya di sirkuit Mandalika Internasional Street Circuit pada Maret mendatang,” ucapnya.

Mengingat dalam gelaran event-event internasional yang akan dilaksanakan di NTB banyak orang berkunjung. Hal ini tentu harus disambut dengan baik, sehingga kedatangan para tamu jadi berkah bagi daerah.

Bahkan OPD ditekankan jangan hanya memaknai sebagai tugas dan kewajiban. Tetapi itu kesempatan berinteraksi dengan orang-orang penting untuk kesuksesan event internasional. “Jangan maknai tugas dan kewajiban menyambut tamu. Tetapi ini menjadi kesempatan berinteraksi dengan orang-orang penting guna kesuksesan event internasional,” tandas Gubernur.

Seperti diketahui, jadwal yang telah dirilis FIM dan Dorna Sport, tes pra musim MotoGP akan dimulai pada 2022. Dimulai dengan seri pembuka balapan MotoGP pertama di Sirkuit Qatar pada 6 Maret 2022 mendatang. Sementara di Sirkuit Mandalika Lombok Indonesia akan menjadi seri bapalan kedua MotoGP pada 18-20 Maret 2022.

BACA JUGA :  Jelang MotoGP, Pemda Evaluasi Kekurangan IATC dan WSBK

Namun sebelum debut balapan MotoGP 2022 resmi bergulir. Indonesia menjadi tuan rumah saat tes pra musim belapan pada 11-13 Februari 2022 di Sirkuit Mandalika yang menjadi kebanggan masyarakat NTB dan Indonesia pada umumnya.

“Kita berharap agar event internasional ini bisa sukses baik dari free sesionnya pada pertengahan Februari, kemudian MotoGP bulan Maret, agar dipersiapkan segala sesuatunya dengan baik,” tandas Gubernur.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan dengan adanya event internasional di NTB, maka dalam penanganan Covid-19 harus dimaksimalkan. “Ini agar betul-betul dikawal dengan baik melalui aplikasi Peduli Lindungi. Agar angka penularan Covid-19 tidak meningkat signifikan, maka harus dikawal dengan baik,” katanya seraya menyinggung penerapan Aplikasi Peduli Lindungi yang belum maksimal diterapkan.

Lebih khusus Wagub juga menyinggkung terkait kehadiran Mandalika sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) yang menjadi Destinasi Super Prioritas Nasional (DSPN), dianggap sebagai peluang yang luar biasa, sekaligus memiliki tantangan yang cukup berat. “Jika tidak berhasil melaluinya. Maka akan tertinggal ke belakang,” katanya.

Untuk itu, Wagub juga mengajak OPD dilingkup Pemprov NTB sebagai garda terdepan dalam menyukseskan gelaran event di Mandalika yang sebentar lagi akan ada MotoGP. “Ini agar betul-betul dikawal. Harus dilakukan persiapan secara detail dari keseluruhan proses penyelenggaraan event nantinya,” pintanya. (sal)