Alat Medis untuk Operasi Inaya dan Anaya telah Siap

BAHAS : Direktur RSUD dr. Seodjono Selong saat membahas persiapan operasi bayi kembar siam Inaya dan Anaya dengan ketua tim dokter rumah sakit dr. Sutomo Surabaya melalui aplikasi zoom kemarin. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Pihak RSUD dr. Raden  Sodejono Selong telah menyiapkan semua fasilitas medis untuk operasi Inaya dan Anaya, bayi kembar siam asal Jurit Kecamatan Pringgesala. Namun operasi sampai sekarang belum bisa dilaksanakan karena tim dokter belum bisa didatangkan dari Surabaya.

Operasi bayi kembar siam ini menjadi atensi khusus Pemkab Lotim. Pemkab telah menyatakan kesiapan untuk menanggung semua biaya operasi. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 2 miliar lebih.” Fasilitas berupa peralatan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasi pembedahan dan pemisahan bayi Inaya-dan Anaya sudah final. Termasuk sisi pembiayaan yang dibutuhkan baik sebelum maupun pasca operasi. Bahkan kita juga telah mendata kembali beberapa fasilitas dan peralatan pendukung operasi pemisahan seperti mobile X-ray, alat-alat lain ventilator dan oxygen consentrator,” kata Dirut RSUD dr. Raden Soedjono Selong dr. Tantowi Jauhari, kemarin (27/8).

Tidak hanya fasilitas, tapi tenaga SDM juga sudah disiapakan semuanya. Baik itu dokter spesialis maupun tenaga medis. Dokter spesialis yang akan menangani operasi ini ialah dokter spesialis anak, dokter bedah anastesi, dokter spesialis obdinmetomaternal, spesiali therovascular, spesialis patologi klinik yang bertanggungjawab terhadap sterilitas diruang PICU-NICU.

Operasi akan menggunakan dua ruangan yaitu  ruang PICU-NICU dan lantai 1 kamar bedah sentral.  Dua rangan itu, secara medis sudah memenuhi standar untuk dipakai dalam operasi nanti. “ Di ruangan itu kita siapkan ventilator, monitor dan infusfam. Selain itu, dibatasi sekat kaca. Sehingga bisa dimonitor untuk menghindari resiko infeksi psikoxemnia” ungkapnya.

Yang jelas katanya, pihak rumah sakit sejak awal telah menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk operasi ini. Tapi yang menjadi kendala, karena pandemi Covid-19 sehinga tim dokter ahli belum bisa didatangkan dari Surabaya. Namun pihaknya, terus berkoordinasi dengan mereka untuk memastikan kesanggupan dan kepastian kapan operasi bisa dilaksanakan.” Operasi bayi kembar siam ini, kita mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Terutama berkaitan dengan bantuan dana. Dan semuanya itu  tercukupi,” singkatnya.(lie)  

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaMenko PMK Serahkan Kunci 65 Ribu Unit RTG kepada Korban Gempa Lombok
Berita berikutnyaLPJ Dana Rumah Korban Gempa Tahap Pertama Baru 32 Persen