Airlangga: Peran UMKM Sentral Dalam Perekonomian Indonesia

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (foto: ekon.go.id)

JAKARTA-Peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat sentral dalam perekonomian Indonesia. Tercatat 64,2 juta jumlah UMKM yang berkontribusi bagi 61% produk domestik bruto (PDB).

Peran ini sekaligus juga menjadi potensi untuk mendorong ekspor. Kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih berada di level 15%, sehingga perlu ditingkatkan.

“Artinya, masih terbuka potensi untuk ditingkatkan. Karena sektor ini menyerap banyak tenaga kerja,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, ketika rapat kerja dengan Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021).

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga sangat diperlukan, karena Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar. Bahkan pertumbuhannya dinilai sebagai yang tercepat dan terbesar di Kawasan Asia Tenggara.

Diproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD124 miliar di 2025, dimana di tahun 2020 lalu baru mencapai USD44 miliar. Terlebih pada masa pandemi ini transformasi digital menjadi keharusan dan bukan pilihan lagi.

“Karena itu, untuk tiga tahun ke depan, Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur digital, sekaligus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat untuk memastikan layanan digital menjadi inklusif,” tegas Airlangga.

Menurut Airlangga, tahun 2020 lalu yang penuh tantangan, karena Pandemi COVID-19, dilalui dengan berbagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Neraca perdagangan sepanjang tahun 2020 mengalami surplus USD 21,74 miliar. Surplus ini berlanjut di bulan Januari 2021 (USD1,96 miliar) dan meneruskan tren surplus selama 9 bulan berturut-turut.

Sepanjang tahun 2020, ekspor dari sektor pertanian dan industri juga dapat tumbuh positif masing-masing sebesar 14% dan 2,94%.

“Pada saat yang sama kita juga patut bersyukur, karena harga komoditas-komoditas, seperti minyak sawit dan pertambangan dalam kontribusi yang baik. Negara-negara tujuan ekspor kita juga masih negara yang selalu menjadi andalan. Hal ini bisa kita lihat bahwa ada potensi sektor ekspor didorong oleh sektor manufaktur,” pungkas Menko Airlangga. (*/gt)