Airlangga: Optimalkan Potensi Daerah untuk Genjot Perekonomian Kewilayahan

RAKOR: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menggelar Rakor percepatan pembangunan ekonomi kewilayahan (spasial) di kantornya, Kamis (22/4/2021).

JAKARTA–Tahun ini perekonomian Indonesia mulai pulih kembali. Untuk itu perlu mengoptimalkan sumberdaya lokal dan kapasitas lokal dalam rangka membangun potensinya.

Motor penggerak dalam membangun ekonomi daerah, merupakan seluruh pemangku kepentingan ekonomi dalam tingkat komunitas, perkotaan, dan kabupaten.

“Meskipun ini fokus ke lokal/daerah, namun perlu juga diselaraskan dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rakor Pembahasan Percepatan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (Spasial) di kantornya, Kamis (22/4/2021).

Dalam upaya penyelarasan kebijakan tersebut, sambung Airllangga, perlu dilakukan penyesuaian tentang apa yang perlu dilakukan, untuk menggenjot perekonomian di daerah-daerah.

BACA JUGA :  Airlangga: Kebijakan Satu Peta Memberikan Manfaat Luas bagi Pembangunan Indonesia

“Kita dapat memanfaatkan kesempatan dengan efektif menggunakan modal tenaga kerja, modal kapital, dan segala sumber daya yang ada untuk mencapai prioritas yang ditetapkan daerah tersebut,” lanjut Airlangga.

Inisiatif wiraswasta formal, informal, mikro, menengah, dan besar untuk maju bersama juga perlu didukung dengan memfasilitasi akses pasar, juga menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi dan aktivitas bisnis.

Lapangan usaha yang saat ini berpotensi mendorong pemulihan ekonomi antara lain pertanian, kehutanan dan perikanan; industri kimia, farmasi, dan obat tradisional; industri logam dasar; informasi dan komunikasi; jasa pendidikan; serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

BACA JUGA :  Pemerintah Dorong Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di setiap daerah juga perlu dikawal oleh Kementerian Dalam Negeri agar selaras dengan pembangunan ekonomi nasional.

Menko Airlangga menjelaskan bahwa program percepatan pembangunan ekonomi spasial ini sempat tertunda saat pandemi karena adanya pergantian prioritas.

Namun jika ingin tumbuh lebih cepat maka program ini dirasa sangat penting untuk segera dilaksanakan kembali.

“Hasil dari pertemuan awal ini, akan kita cari formula yang lebih tepat untuk mengevaluasi dan mendorong sektor perekonomian masyarakat di setiap daerah,” pungkasnya. (*/gt)