Ahyar-Mori Pastikan Wisata Halal Semakin Maju

Ahyar Mori
Ahyar Mori (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MAYARAM–Provinsi NTB di bawah kepimpinan TGH M Zainul Majdi membawa daerah ini dalam kemajuan yang cukup signifikan dalam sektor pariwisata. Bahkan, brand wisata halal yang menjadi keunikan tanah Gumi Gora ini telah dikenal keseluruh penjuru dunia.

Melihat peluang, konsep dan juga apresiasi dari masyarakat terhadap wisata halal, telah dipahami oleh pasangan calon gubernur NTB dan Wakil gubernur TGH Ahyar Abduh – H Mori Hanafi. Sikap sebagian besar masyarakat NTB yang mendukung maju dan berkembangnya wisata halal patut disyukuri.

Calon wakil gubernur NTB, H Mori Hanafi merupakan salah satu orang yang terlibat langsung dalam pengembangan wisata halal NTB. Apalagi posisi Mori sebagai wakil rakyat, mengetahui secara detail bagaimana NTB belajar dan berjalan sendiri mempopulerkan brand wisata halal.

Mori Hanafi yang selama 4 tahun terakhir menjadi pimpinan DPRD NTB yang mengkoordinir masalah perekonomian, melihat peluang wisata halal yang begitu besar apabila bisa dioptimalkan dengan baik. “Pasti kita lanjutkan wisata halal ini, kita harus semakin majukan,” kata politisi partai Gerindra ini.

Terkait masih adanya penolakan dari berbagai pihak, Mori menyadari tidak semua kepala isinya bisa disamakan. Namun hal yang harus diketahui, wisata halal merupakan salah satu opsi yang diberikan kepada wisatawan selain wisata konvensional.

Oleh karena itu, langkah penting yang harus dilakukan yaitu menyatukan persepsi terlebih dahulu. Meskipun ada perbedaan, namun persepsi harus sama yaitu memajukan wisata yang ada. “Sangat banyak manfaatnya wisata halal ini, terbukti jumlah wisatawan yang datang juga setiap tahun semakin banyak,” ucapnya.

Sebagai wakil rakyat yang selama ini melakukan pengawasan terhadap eksekutif, banyak manfaat yang didapatkan oleh Mori. Berbagai kelebihan yang telah ada dari warisan pemimpin sebelumnya akan dilanjutkan. Sedangkan kekurangan yang ada, Mori pastikan melakukan pembenahan.

Banyak prestasi yang telah ditorehkan NTB dalam dunia pariwisata. Namun tentunya tidak bisa dipungkiri soal keamanan dan kenyamanan yang masih menjadi kendala di beberapa wilayah. “Masalah keamanan ini yang masih saja belum terjamin. Inilah yang perlu kita benahi kedepannya,” kata Mori.

Begitu juga terkait kenyamanan yang harus diberikan kepada wisatawan. Hal ini tidak lepas dari peran masyarakat setempat juga. “Bayangkan kalau wisata halal NTB menampilkan masyarakat yang ramah dan membuat wisatawan tenang. Pemberdayaan dan pembinaan kepada masyarakat di sekitar obyek wisata ini yang masih kurang selama ini,” sebutnya.

Belum lagi berbicara sampah di obyek wisata. Disinilah seharusnya daerah bisa memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi. Masyarakat harus memiliki rasa memiliki terhadap destinasi yang ada.

Apabila masyarakat merasa memiliki, tentu saja persoalan sampah, keamanan dan kenyamanan akan didapatkan. “Selama ini kan belum semua orang menikmati keuntungan dari wisata kita. Kalau hotel jelas untung, orang-orang yang bergerak dis ektor wisata untung. Tapi bagaimana dengan masyarakat setempat, malah selama ini masyarakat kita seakan belum mendapatkan ruang. Untuk berjualan saja terkadang di larang, padahal mereka cari makan. Hal-hal seperti ini yang perlu lebih kita tata nantinya. Insya Allah, apalagi ini kan Tuan Guru Bajang (TGB) akan dilanjutkan oleh Tuan Guru Haji (TGH) Ahyar Abduh. Semoga berkah dan kita dapat ridho-Nya,” tutup Mori. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut