Warisi Bakat Kakek, Kerap Tampil ke Luar Negeri

Kerap Tampil ke Luar Negeri
POSE; Inilah Pasangan Pedansa andal Kakak Beradik (Adi-Rani) saat foto bareng Pedansa senior, Marcel De Rijk.( IST FOR RADAR LOMBOK)

MENGENAL ADI-RANI PEDANSA KAKAK BERADIK ANDAL NTB

Pasangan pedansa kakak beradik I Wayan Adi Purana Sanjaya dan Ni Nyoman Ivana Maharani (Adi-Rani), merupakan pedansa andal NTB. Atas kegigihan dan kekompakannya, mereka sukses tampil belasan kali di luar negeri.

MENJADI pedansa itu tidaklah mudah, apalagi untuk sekelas usia remaja. Pasalnya, ratusan gerakan dalam sekali tampil harus bisa dikuasai Pedansa. Belum lagi kelenturan dan ke elastisan tubuh dalam memainkan gerakan. Tentu ini tidaklah mudah dilakukan oleh sembarangan orang.

Namun semua tantangan itu tidak bagi pasangan pedansa kakak beradik Adi-Rani. Justeru segala kesulitan ini rupanya dijadikannya sebagai semangat bagi Pedansa dua bersaudara itu. Terbukti, selain kerap tampil di kancah nasional. Ternyata keduanya juga sering tampil di luar negeri, diantaranya dua kali tampil di Belanda dan sisanya di negara Asia. “Bahkan Minggu kemarin Adi-Rani tampil di Thailand. Mereka berhasil keluar sebagai juara keempat,” kata I Nengah Karang Wijaya, Ayah Adi-Rani pada Radar Lombok Jumat (1/11).

Upaya remaja kakak beradik kelahiran 25 April 2002 dan 12 Februari 2006 ini menorehkan prestasi di event nasional sudah sering dibuktikan. Bahkan diajang international, impian mereka sudah tercapai. Mereka berhasil mempersembahkan dua emas di Indonesia Terbuka “Lombok International Dance” di Senggigi, Lombok Barat (Lobar), belum lama ini.

Raihan dua medali emas itu didapat di dua kelas berbeda sekaligus. Satu emas diraih di kelas rising star dan satu emas lagi di kelas youth (under 21 tahun). Diakuinya, dua emas tersebut memang sudah menjadi targetnya sejak sebelum bertanding. “Prestasi mereka di dunia olahraga dansa cukup bagus. Selain karena rajin latihan, saya rasa mereka juga ada darah seni dansa yang diwarisi dari almarhum kakeknya,” beber Wijaya.

Penampilan Adi-Rani selalu memukau penonton. Kekompakan serta gerakan yang ditampilkan sangat apik. Sehingga tidak keliru jika Adi-Rani kerap keluar sebagai juara, baik dikancah nasional dan internasional. Dalam kategori Amateur Rising Star, nomor Youth U-21, Asian Closed SEA Latin, dan nomor lainnya slalu maksimal. “Penampilan Dancer dua Bersuadara itu memang luar biasa,”  Kata Ketua Ikatan Olahraga Dansa lndonesia (lODl) Made Wija.

Dalam setiap kesempatan, ia mengaku sangat mengapresiasi penampilan dan capaian Adi-Rani tersebut. Menurutnya Adi-Rani berkembang sangat pesat. Banyak perubahan dari penampilan mereka yang terakhir ini. Kemajuannya sangat bagus sekali. Memang benar ungkapan usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Made menambahkan, dari sejumlah ajang dansa yang mereka ikuti. Keruanya diharapkan bisa menjadikannya ajang evaluasi atas latihan yang selama ini sudah dijalankan Adi-Rani. Dengan demikian, persiapan Adi-Rani berlaga di Pra-PON dansa di Bali, Agustus mendatang kian matang. “Pada Pra-PON nanti, NTB masuk dalam grup C. Grup tersebut dihuni Jawa Timur. DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara,” jelasnya.

Sementara itu, I Wayan Adi Purana mengaku selalu tampil maksimal di ajang apapun. Termasuk di ajang Nasional, Internasional, dan Regional. Namun saingannya tidak jarang lebih bagus darinya. Apalagi kalau bertemu saingan yang dari Australia dan China.
Termasuk juga saat berlaga di Thailand, di nomor Youth U-21 dan Asian Closed SEA Latin, dirinya dan Rani bersaing dengan pedansa asal Thailand, Malaysia dan Singapura. “Saya sama adik saya selalu tampil kompak, makanya setiap even kami selalu bawa pulang medali,” tutupnya. (**)