Warga NTB Masih Terjebak di Wamena

Warga NTB Masih Terjebak di Wamena
RUSUH: Ratusan rumah terbakar akibat kerusahan di Wamena, Papua pekan lalu.( ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ratusan warga NTB saat ini masih terjebak di Wamena, Provinsi Papua. Mereka ingin dievakuasi pascasituasi dan kondisi di sana yang terus memanas.

Untuk memastikan keselamatan para warganya, Pemerintah Provinsi NTB turun langsung ke lokasi untuk mempercepat evakuasi. Petugas dari pemprov masih di perjalanan menuju lokasi. Pemprov mengkhawatirkan warganya yang terjebak di Papua. Apalagi pemerintah pusat terkesan lamban melakukan evakuasi. Sementara jumlah korban terus berjatuhan. 

Oleh karena itu, pemprov meminta kepada pemerintah pusat untuk lebih sigap. Mengingat, bukan hanya nyawa saja yang terancam, namun juga beban psikologis yang semakin parah. “Kita terus koordinasikan dengan pemerintah pusat agar dipercepat penanganannya,” kata Kepala Bangkesbangpoldagri Provinsi NTB, H Lalu Syafi’i kepada Radar Lombok, Minggu (29/9).

Persoalan saat ini, jumlah pesawat untuk evakuasi sangat terbatas. Sementara jumlah masyarakat yang terjebak cukup banyak. Hanya dua penerbangan Hercules, sangat tidak seimbang dengan jumlah pengungsi yang ada.

Komunikasi dengan warga NTB di Papua sudah dilakukan. Saat ini, Pemprov NTB sudah berangkat untuk lebih memastikan kondisi warga NTB di lokasi. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah telah mengeluarkan instruksi untuk mempercepat evakuasi warganya. Informasi saat ini, jumlah warga NTB di Wamena sekitar 153 orang. “Pak Gubernur sudah perintahkan agar evakuasi dipercepat, harus tempuh upaya maksimal,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov NTB, Najamuddin Amy. 

Pemprov NTB langsung sigap berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Termasuk Polda NTB untuk bisa segera memulangkan mereka yang terjebak. Upaya serius telah ditempuh untuk mempercepat evakuasi. “Kami menaruh atensi terhadap kondisi mereka. Dan saat ini kami dengan berbagai pihak, sedang diupayakan jalan keluar yang aman untuk mereka,” timpal Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Hj Wismaningsih Dradjadiah.

Informasi adanya warga NTB korban kerusuhan di Wamena terkonfirmasi melalui panggilan telepon dengan Mazhari, guru kontrak asal Soromandi Kabupaten Bima. Pemprov juga berkomunikasi dengan Suhardin, guru kontrak asal Rada, Bolo, Bima. 

Berdasarkan keterangan keduanya, diketahui awalnya adanya 153 jiwa warga NTB korban kerusuhan. Dari jumlah tersebut, 40 orang sudah dievakuasi ke Sentani, Jayapura dengan pesawat komersial dibantu oleh Rukun Keluarga Bima (RKB) Jayapura.

Saat ini, 48 orang lainnya sedang mengungsi. Mereka menunggu pesawat Hercules di Bandara AU/Polri. “Sisanya masih bertahan di rumah-rumah mereka, menjaga harta benda yang masih tersisa,” tambah Wismaningsih.

Warga NTB yang tengah mengungsi di bandara, kini tengah berharap adanya bantuan komunikasi, fasilitasi dari pemerintah. “Pemprov NTB kini mengupayakan agar mereka diprioritaskan untuk dievakuasi. Warga Bima di Sentani Jayapura standby menunggu mereka,” ujar dia.

Wismaningsih menambahkan, saat ini Ketua RKB di Jayapura juga tengah membantu warga yang sudah dievakuasi. Pemprov NTB juga terus berkomunikasi dengan Kementerian Sosial dan RKB di Jayapura terkait upaya evakuasi ini. Perkembangan Minggu (29/9), pengungsi warga NTB di Kantor Dukcapil sebanyak 37 orang. Semuanya sudah berhasil dievakuasi ke Jayapura. Namun masih ada 13 orang yang mengungsi di Kodim dan 5 orang di Yalimo. “Pemprov serius memberikan perhatian. Bahkan, Pak Gub sudah setuju untuk mengevakuasi dari Wamena dengan pesawat komersial. Tapi pesawatnya yang tidak ada dalam dua hari ini. Baru terjadwal lagi tanggal 3 – 4 Oktober,” terang Wismaningsih. 

Pemprov NTB melalui Dinas Sosial telah mengirimkan bantuan dana untuk logistik dan obat-obatan untuk warga NTB di Wamena dan Jayapura. Dukungan logistik dari Kemensos RI juga telah berangkat. Sementara itu, koordinasi terus diintensifkan bersama jajaran. Termasuk pengiriman bantuan dan obat-obatan dari Dinas Kesehatan NTB. Begitu pula koordinasi bersama Letkol Pnb Arief Sujatmiko Komandan Detasemen Wamena. “Yang jelas, saat ini gubernur telah memerintahkan jajarannya untuk terus memantau kondisinya. Setiap perkembangan akan dilaporkan dan disikapi segera. Kita tunggu dan mari sama-sama kita doakan kondisi warga kita di sana,” tandas Wismaningsih.

Terkait adanya 153 warga NTB yang mengungsi akibat kericuhan di Wamena Papua, Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana mengaku telah menerima pemberitahuan dari pihak Pemda NTB. “Terhadap warga kita yang dari NTB di Papua, Gubernur pernah menyampaikan melalui dinas kependudukan bahwa ada 153 orang di sana. Ini sedang dalam proses pemulangan,” ungkapnya, Minggu (29/9).

Nana Sudjana menyampaikan bahwa dari informasi yang didapatnya, kondisi di Wamena  saat ini sudah berangsur kondusif usai aksi demo yang berujung kerusuhan pada awal pekan lalu. Sedikitnya ada 1500 personel gabungan telah diterjunkan untuk mengamankan Wamena. 

Terkait aktivitas perekonomian masyarakat di Wamena juga telah berjalan normal. Hal ini ditandai dengan aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat yang sudah berjalan kembali beberapa hari ini. “Papua sudah pemulihan. Kalau kondisi sudah kondusif ya tergantung mereka. Apakah mereka mau kembali atau tidak. Kalau mau kembali mereka sudah dikordinir oleh Pak Gubernur,” tegasnya.

Nana Sudjana mengatakan menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pemerintah daerah tetapi pihaknya selalu siap apabila dibutuhkan. Yang menjadi atensinya saat ini adalah warga Papua yang sedang berada di wilayan hukum Polda NTB karena itu menjadi tanggung jawabnya. “Kita lebih mengarah kepada orang Papua yang ada di sini. Kami dengan Forkopinda selalu kordinasikan masalah jaminan  keamanan mereka,” jelasnya. (zwr/der)