UBK Mataram Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia

UBK Mataram Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia
FOTO BERSAMA : Kaprodi Kebidan sekaligus ketua PKM , Isviyanti,M.Tr.Keb bersama civitas akademik UBK Mataram bersama dengan peserta yang mengikuti kegiatan Yoga dalam kegiatan pengabdian masyarakat.( IST/Radar Lombok)

MATARAM – Program Studi D-III Kebidanan PSDKU Mataram, Universitas Bhakti Kencana (UBK) Mataram melaksanakan pengabdian masyarakat disekitar kampus dengan melakukan kegiatan Yoga dan membantu menurunkan tekanan darah pada wanita menopause dan layanan kesehatan kepada lansia. puluhan masyarakat atau wanita menopause dan lansia hadir dalam kegiatan UBK Mataram tersebut.

Kaprodi Kebidanan sekaligus ketua PKM, Isviyanti,M.Tr.Keb menyampaikan kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang sudah sering dilakukan khusus bagi wanita menopause dan lansia disekitar kampus.

“Jadi kegiatan pengabdian ke masyarakat yang kami lakukan, sebenernya berfokus kepada wanita menopause dengan kita kabungkan wanita lansia,” katanya.

Kegiatan pengabdian kemasyarakatan yang berada disekitar kampus UBK sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh pihak UBK Mataram. Sasaran wanita penepus, karena kelas untuk menepus itu bisa digabungkan dengan lansia. Sebenarnya wanita menopause dan lansia itu sedikit berbeda, karena sedikit mengalami beberapa hal contohnya keluhan memasuki masa menopause sementara kalau lansia tidak terjadi masalah, karena sudah melewati masa menopause terlebih dahulu.

Isviyanti menjelaskan, wanita menopause yang dimaksud adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami, yang biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 45 hingga 55 tahun. Sedangkan wanita lansia usia mulai dari 55 tahun keatas.”Jadi kegiatan, pengabdian masyarakat dengan tema yoga dan membantu menurunkan tekanan darah pada wanita menopause, maka bagaimana caranya selain mengkomsumsi obat, juga bisa melakukan yoga untuk usaha menurunkan tekanan darah dan hasilnya pun cukup bagus.

Dengan melakukan kegiatan tersebut, setelah dilihat hasil langsung pada saat kegiatan ternyata cukup bagus hasilnya penurunannya sampai 20 mmHg. Hasil penurunan tekanan darahnya cukup bagus, karena yoga yang dilakukan saat kegiatan pelih gerakannya. Bukan semua gerakan yoga yang diterapkan, tapi pilih beberapa gerakan yoga yang sudah dikonsultasikan kepada spesialisnya dari Thailan dan dari Semarang, karena singkron dengan hasil penelitian.

“Kedepan akan tetap kita lakukan, karena ini juga bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat dan kampus,” imbuhnya. (sal)